China Vonis Mati Warga Kanada, Trudeau Diminta Hormati Hukum

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 20:08 WIB
China Vonis Mati Warga Kanada, Trudeau Diminta Hormati Hukum Ilustrasi bendera China. (AFP PHOTO / ATTILA KISBENEDEK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China tidak terima dengan keluhan yang disampaikan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau setelah menjatuhkan vonis mati terhadap salah satu warganya dalam kasus narkoba. Mereka meminta Trudeau menghormati hukum yang berlaku di Negeri Tirai Bambu, dan tidak mencampuri.

Seperti dilansir AP, Selasa (15/1), pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying. Dia menyatakan pemerintah China tidak sepakat dengan pernyataan Trudeau.

"Mereka tidak menghormati aturan hukum, menghormati kedaulatan peradilan Tiongkok, memperbaiki kesalahan dan berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab," kata Hua.
Pengadilan Tinggi Dalian, China menjatuhkan vonis mati kepada seorang warga Kanada, Robert Loyd Schellenberg karena terbukti menyelundupkan narkoba berjenis metamphetamine (sabu). Putusan ini menjadi babak baru ketegangan antara kedua negara, selepas penahanan Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, tahun lalu.


Kuasa hukum terdakwa, Zhang Dongshuo menyatakan akan mengajukan memori banding ke Mahkamah Agung. Menurut dia, jaksa tidak punya bukti baru yang menyatakan kliennya terlibat sindikat narkoba. Dia juga menyayangkan hakim pada pengadilan tinggi menaikkan hukuman. Diduga hal ini adalah sinyal pembalasan karena Kanada menahan Meng atas permintaan Amerika Serikat.

Trudeau merasa kecewa dengan putusan pengadilan China.

"Ini sangat memprihatinkan bagi kami sebagai pemerintah, dan juga terhadap seluruh sahabat internasional dan sekutu-sekutu kami, China telah memilih untuk memulai menerapkan hukuman mati untuk kasus-kasus, yang saat ini, dihadapi oleh seorang warga negara Kanada," kata Trudeau dalam jumpa pers tak lama setelah putusan Schellenberg dibacakan.

Schellenberg mengatakan keluarganya sudah mencoba berkomunikasi, tetapi dia mengaku belum bisa menghubungi sama sekali. Keluarga Schellenberg merilis pernyataan meminta pemerintah Kanada melindunginya.
"Keluarga Schellenberg sangat peduli dengan Robert kami yang sedang menghadapi situasi sulit di China," seperti dikutip dari CNN. (syf/ayp)