Rusia Tahan Model Klaim Trump Curang di Pilpres AS

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 10:55 WIB
Rusia Tahan Model Klaim Trump Curang di Pilpres AS Ilustrasi borgol. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Rusia menahan Anastasia Vashukevich, seorang model asal Belarus, yang mengklaim memiliki bukti kalau negara itu membantu Presiden Donald Trump memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Vashukevich yang juga dikenal dengan nama Nastya Rybka ditahan aparat keamanan Rusia pada Kamis (17/1) kemarin, di Bandara Internasional Sheremetyevo Moskow. Dia sebelumnya dibekuk di Thailand kemudian dideportasi.

Menurut sumber AFP, Jumat (18/1), Thailand mendeportasi Vashukevich lantaran diduga terlibat jejaring prostitusi dan menggelar kursus pelatihan hubungan intim.


Selain Vashukevich, saksi mata menyebut otoritas Rusia juga menahan tiga orang lainnya termasuk Alex Kirillov, sang pelatih kelompok tersebut.
Pihak berwenang yang mengenakan pakaian preman menggiring keempat orang tersebut, termasuk Vashukevich dan Kirillov tak lama setelah mereka tiba di terminal kedatangan bandara.

Seorang perempuan yang mengaku sebagai istri Kirillov, Kristina, berteriak kepada petugas dan meminta penjelasan alasan penahanan.

Aparat mengatakan mereka dicurigai merekrut pelacur, yang merupakan tindakan kriminal di Rusia dan bisa dihukum enam tahun penjara.

Kepada kantor berita TASS, seorang sumber di lembaga aparat penegak hukum mengatakan empat orang tersebut memang ditangkap karena terkait prostitusi.

Vashukevich telah lebih dulu ditahan bersama beberapa orang lainnya dalam sebuah razia kepolisian Thailand pada Februari 2018 lalu di sebuah penginapan di Pattaya, Thailand.
Saat itu, dia tengah menghadiri sebuah seminar yang digelar Kirillov. Beberapa peserta seminar itu mengenakan kaos bertuliskan "sex animator."

Sejumlah peserta lain mengaku seminar itu hanya sebuah pelatihan terkait hubungan asmara saja.

Vashukevich mengaku berpergian ke Thailand setelah terlibat skandal politik dengan salah satu pengusaha alumunium Rusia, Oleg Deripaska. Deripaska pernah menjadi mitra mantan direktur kampanye Trump, Paul Manafort.

Vashukevich pernah berjanji mengungkapkan informasi mengenai dugaan Rusia membantu Trump memenangkan pilpres 2016 lalu. Namun, sampai saat ini bukti-bukti tersebut tidak pernah diungkap.

Dalam persidangan di pengadilan Pattaya, Vashukevich kemudian mengaku bersalah bersama tujuh orang lainnya atas sejumlah tuduhan yang dijatuhkan aparat Thailand, termasuk tuduhan penghasutan dan melakukan perkumpulan yang ilegal.

Meski begitu, Kirillov membantah semua tuduhan itu dan menganggap dia bersama orang-orang tersebut, termasuk Vashukevich, tengah dijebak. Baik AS maupun Rusia tak menggubris klaim Vashukevich.
"Saya pikir seseorang memerintahkan (penangkapan kami) untuk alasan uang," katanya. (rds/ayp)