Warga Israel Dilarang Ikut Gelaran Apapun di Malaysia

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 15:06 WIB
Warga Israel Dilarang Ikut Gelaran Apapun di Malaysia Kejuaraan Dunia Selancar Difabel di Israel. (REUTERS/Amir Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Malaysia menerbitkan aturan melarang warga Israel ikut serta dalam setiap acara dan turnamen yang digelar Negeri Jiran. Keputusan itu diambil setelah Malaysia melarang atlet Negeri Zionis mengikuti kejuaraan renang dunia bagi penyandang difabel pada Juli 2018 lalu.

Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah mengatakan kabinet Malaysia telah sepakat memutuskan aturan itu berlaku pada pekan lalu.

"Bahkan jika kita berkomitmen menggelar sebuah acara dan turnamen internasional, mereka (warga Israel) tidak diizinkan masuk ke negara ini," ucap Saifuddin dalam jumpa pers, seperti dikutip Reuters pada Kamis (17/1).


"Kedua, Malaysia tidak akan menjadi tuan rumah sebuah acara yang mengharuskan keikutsertaan Israel."
Malaysia melarang atlet renang Israel untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Renang Kaum Disabilitas yang berlangsung pada 29 Juli hingga 4 Agustus lalu di Sarawak.

Turnamen itu diikuti oleh sekitar 70 negara. Acara itu disebut sebagai sebuah acara penting sebelum Paralympics Tokyo digelar pada 2020.

Sama seperti Indonesia, Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk solidaritas bagi kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.

Saifuddin mengatakan Malaysia akan terus mengambil posisi seperti itu untuk memperjuangkan nasib rakyat Palestina. Mereka menyatakan apa yang dialami bangsa Palestina merupakan krisis kemanusiaan.

"Kami melihat masalah Palestina tidak hanya dari sudut pandang agama, ini adalah masalah kemanusiaan, hak asasi manusia," katanya.

"Dan langkah Malaysia ini adalah tentang memperjuangkan orang-orang yang tertindas."
Sementara itu, Komite Olimpiade Paralympic Internasional (IPC) menyatakan pihaknya "sangat kecewa dengan sikap pemerintah Malaysia."

"Di saat kami terus melanjutkan dialog dengan panitia lokal dan Komite Paralimpik Nasional, Dewan Pengurus IPC akan membahas masalah ini pada pertemuan di London pekan depan," tulis IPC dalam pernyataan.

"Kejuaraan dunia seharusnya terbuka untuk semua negara dan atlet yang memenuhi syarat. Kami akan mengeksplorasi semua opsi yang tersedia bagi kami untuk mencoba memastikan partisipasi penuh dari semua atlet yang memenuhi syarat."

Hal ini bukan yang baru bagi para atlet Israel. Mereka sejak lama kerap dilarang mengikuti turnamen olahraga yang digelar oleh negara-negara yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk Indonesia.

Indonesia pernah melarang atlet Israel berpartisipasi dalam Asian Games 1962. Para atlet Israel juga kerap berpartisipasi tanpa mewakili negara dalam sejumlah turnamen dan Olimpiade.
Pada 2016, atlet judo Mesir El Shehaby dipulangkan dari Olimpiade Rio setelah menolak berjabat tangan dengan lawannya, atlet Israel Or Sasson, di akhir pertarungan mereka. (rds/ayp)