"Issam Akel memegang paspor Amerika dan dia sudah diserahkan ke otoritas AS atas permintaan mereka," ujar seorang petugas Palestina yang enggan diungkap identitasnya, kepada Reuters, Minggu (20/1).
Seorang pejabat anonim lainnya mengonfirmasi pembebasan Akel. Namun, kedua pejabat itu enggan memberikan keterangan lebih lnjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, keluarga Akel membantah semua tudingan yang diarahkan kepada kerabatnya tersebut.
Hamas selaku kelompok penguasa Jalur Gaza dan rival Otoritas Palestina pun mengecam keputusan ini dengan mengatakan bahwa pembebasan Akel adalah sebuah "kejahatan berat." (has)