Listrik di Panama Padam Jelang Lawatan Paus Fransiskus

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 14:09 WIB
Listrik di Panama Padam Jelang Lawatan Paus Fransiskus Ilustrasi Kota Panama, Panama. (REUTERS/Carlos Jasso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemadaman listrik besar-besaran terjadi di Panama pada hari Minggu (20/1) kemarin, beberapa hari sebelum lawatan pemimpin Tahta Suci VatikanPaus Fransiskus (82). Akibat kejadian itu sejumlah infrastruktur tidak berfungsi.

Pemadaman itu menyebabkan lampu lalu lintas dan stasiun pengisian bahan bakar umum tidak beroperasi, serta mengancam kegiatan usaha setempat. Paus Fransiskus dijadwalkan berkunjung ke Panama pada Rabu (23/1) mendatang untuk menghadiri festival Hari Pemuda Sedunia.

Perusahaan listrik Panama, ETESA mengatakan jaringan listrik ke sebagian besar negara itu terganggu pada Minggu kemarin mulai pukul 11.42 waktu setempat. ETESA mengatakan telah mengidentifikasi lokasi terjadinya masalah tersebut, tetapi tidak mengatakan apa yang menjadi penyebab pemadaman listrik.
Kurang lebih enam jam kemudian Presiden Juan Carlos Varela mengumumkan melalui akun Twitternya meminta perbaikan menyeluruh jaringan listrik nasional, setelah bertemu dengan pejabat senior ETESA.


ETESA mengatakan sebagian wilayah negara tetangga seperti, Kosta Rika dan Nikaragua juga mengalami pemadaman listrik.

Varela mengatakan pemadaman listrik itu tidak ada kaitannya dengan kunjungan Paus Fransiskus.

Ibu empat anak Dalicia Gonzalez (38), tidak tertarik dengan kehebohan menyambut Paus dan ia lebih mengkhawatirkan permasalahan lain yang lebih mendesak.

"Aku tidak terlalu peduli dengan Paus. Aku peduli dengan rumahku, dan apa yang akan kita lakukan? Mimpi buruk apa ini!" katanya, sembari membeli permen di pusat perbelanjaan yang gelap.

Presiden Varela meminta agar penduduk tetap tenang dan mendesak warga Panama menjaga situasi tetap terkendali

Dalam sebuah video yang dirilis menjelang kunjungannya, Paus Fransiskus mengatakan dia akan mendorong kaum muda untuk menghadapi permasalahan kemiskinan, kekerasan dan migrasi, serta mengubah dunia.
Ini akan menjadi kunjungan luar negeri ke-26 oleh Paus kelahiran Argentina itu, sejak dia terpilih untuk memimpin Gereja Katolik pada awal 2013. Jika terjadi, ini adalah lawatannya yang pertama ke Panama.

Pemimpin Vatikan terakhir yang mengunjungi Panama adalah Paus Yohanes Paulus II, dalam perjalanannya ke Amerika Tengah pada 1983. (syf/ayp)