Paus Fransiskus Pecat Dua Kardinal Terlibat Pelecehan Seksual

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 18:32 WIB
Tahta Suci Vatikan dikabarkan mencopot dua kardinal dari keanggotaan Dewan Kardinal setelah mereka dinyatakan terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Paus Fransiskus dikabarkan menggeser dua kardinal dari keanggotaan Dewan Kardinal karena mereka dinyatakan terlibat dalam kasus pelecehan seksual. (REUTERS/Stefano Rellandini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahta Suci Vatikan dikabarkan telah mencopot dua kardinal dari keanggotaan Dewan Kardinal. Keputusan itu dibuat setelah keduanya dinyatakan terlibat dalam kasus pelecehan seksual.

Kedua kardinal yang dipecat dari keanggotaan dewan kardinal adalah George Pell (77) dari Australia dan Francisco Errázuriz Ossa (85) dari Chile. Pell saat ini sedang menjalani proses hukum dugaan pelecehan seksual di kampung halamannya, meski tetap menyangkal segala tudingan.

Sedangkan Ossa disebut menutupi sejumlah kasus dugaan pelecehan seksual ketika menjabat menjadi uskup di Ibu Kota Santiago.
Keduanya dikabarkan telah menerima surat pemberhentian langsung dari Paus Fransiskus pada Oktober lalu, berisi ucapan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan selama lima tahun terakhir.


Anggota Dewan Kardinal berisi sembilan orang dan dipilih langsung oleh Paus Fransiskus. Mereka juga dijuluki C-9 memiliki pengaruh yang cukup besar. Mereka berfungsi sebagai penasihat untuk Paus ketika hendak memutuskan hal-hal penting untuk Gereja Katolik.

Mengutip Straits Times, Kamis (13/12), meski dicopot dari keanggotaan Dewan Kardinal, Pell masih tetap menjabat sebagai menteri keuangan Vatikan.

Pada Juli lalu, Paus Fransiskus memberikan cuti kepada Pell untuk menghadapi proses pengadilan di Negara Bagian Victoria, Australia.

Proses persidangan diadakan tanpa sepengetahuan publik atas perintah pemerintah Australia, agar keputusan juri terjaga dari pengaruh publik.

Pell juga sempat terjerat masalah hukum dalam persidangan di Komisi Tahta Suci terkait kasus pelecehan anak.
Menteri Keuangan Tahta Suci Vatikan, George Pell. (AFP Photo/Andreas Solaro)
Ia dituding melakukan kesalahan penanganan kasus-kasus pelanggaran yang menjerat para pendeta dipimpinnya, ketika menjabat sebagai pemimpin keuskupan agung di Melbourne dan Sydney.

Menyusul masalah hukum tersebut, tuduhan terkait pelecehan seksual anak mulai membanjiri Pell pada awal kependetaannya.

Tuduhan-tuduhan tersebut kemudian berulang kali ia bantah, termasuk ketika tuduhan tersebut diungkit dalam konferensi pers besar di Vatikan tahun lalu.

"Saya hanya ingin menyatakan kembali ketidakbersalahan saya," tuturnya kala itu.

Beberapa bulan sebelum Ossa mengajukan pengunduran diri Mei lalu, Paus Fransiskus membela para uskup Chile dari tuduhan upaya menutupi pelecehan seksual.
Langkah tersebut memicu kecaman dari korban pelecehan dan pendukung mereka. Paus dianggap pura-pura 'buta' dan 'tuli' terhadap pelecehan seksual.

Paus Fransiskus akhirnya mengirim penyidik pelecehan seksual ke Chile. Ia kemudian memanggil semua uskup setempat ke Roma, Italia.

Anggota keuskupan Chile, terkecuali Errazuriz, kemudian mengajukan pengunduran diri.

Pada Oktober lalu, beberapa korban Pastor Fernando Karadima yang dipecat Paus Fransikus sebulan sebelumnya, menggugat Errazuriz. Mereka menuding Errazuris sengaja menutupi kejatahan Karadima.

Menyusul tudingan itu, sebuah surat elektronik yang menunjukkan upaya Errazuriz menghalangi Juan Carlos Cruz, salah satu korban, ketika hendak mengadu kepada Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur tersebar luas.

Krisis pelecehan seksual di Gereja Katolik tengah marak diperbincangkan di seluruh dunia. Hal itu terbongkar selepas hasil liputan penyelidikan surat kabar The Boston Globe yang mengungkap kalau sejumlah pastor melakukan perilaku seks menyimpang, dan ditutupi oleh keuskupan serta Vatikan. Kasus ini mengilhami film pemenang Piala Oscar, Spotlight.
Di AS, otoritas sipil kian gencar menyelidiki pelecehan di gereja-gereja. Hal serupa juga dilakukan di 16 negara sekitar AS. (fey/ayp)