Aparat Irlandia Utara Waspada Usai Teror Bom Mobil

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 16:04 WIB
Aparat Irlandia Utara Waspada Usai Teror Bom Mobil Anggota Kepolisian Irlandia Utara berjaga di Kota Londonderry selepas teror bom mobil. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Irlandia Utara sampai saat ini masih waspada selepas bom mobil pada Sabtu (19/1) pekan lalu. Mereka mengantisipasi serangan susulan yang diduga dilakukan oleh kelompok New IRA atau Real IRA.

Kepolisian memutuskan membebaskan tanpa syarat empat lelaki yang diduga terlibat dalam aksi bom mobil itu. Namun, seorang pria lain yang berusia 50 tahun masih ditahan karena dalam proses penyelidikan.

Meski demikian, kepolisian setempat tetap siaga karena terjadi sejumlah pembajakan kendaraan, yang diduga dilakukan beberapa orang yang kemungkinan adalah jejaring kelompok bersenjata Tentara Republik Irlandia Baru (New IRA atau Real IRA).
Seperti dilansir CNN, pada Selasa (22/1), kepolisian setempat menyatakan mewaspadai adanya serangan susulan.


Pada Senin (21/1) kemarin sebuah minibus dilaporkan dibajak oleh tiga orang yang menggunakan penutup wajah. Mereka dilaporkan melempar sebuah benda ke bagian belakang mobil itu, dan kemudian meninggalkannya.

Mobil itu ditinggalkan di sebuah kawasan pemukiman. Polisi yang khawatir benda yang ditinggalkan adalah bom lantas mengevakuasi sejumlah penduduk. Mereka lantas meledakkan mobil itu.

Dua jam berselang, polisi menerima pengaduan ada sebuah minibus kembali dibajak oleh empat orang menggunakan penutup wajah. Menurut kesaksian sopir, salah satu dari mereka membawa senjata.

Lantas beberapa jam kemudian, kepolisian setempat kembali menerima laporan ada upaya pembajakan bus umum di Jalan Ross, Londonderry. Namun, kepolisian setempat menyatakan seluruh laporan itu cuma kabar burung.
Sedangkan di Ibu Kota Belfast, sejumlah jalan di daerah Springfield dan Lanark Way ditutup, karena diduga ada benda mencurigakan.

"Namun, kami tidak bisa meremehkan seluruh laporan ini dan dampaknya terhadap masyarakat," kata Kepala Kepolisian Resort Londonderry, Superintendent Gordon McCalmont.

Aparat menduga kelompok radikal Tentara Republik Irlandia-Baru (New IRA) ada di balik peristiwa bom mobil itu.

Kelompok New IRA atau Real IRA adalah sempalan dari kelompok militan IRA yang mulai bergeliat sejak tujuh tahun silam. Mereka adalah faksi di dalam IRA yang menolak gencatan senjata dengan pemerintah Inggris.

Mereka tetap bertujuan membebaskan Irlandia Utara dari kekuasaan Inggris, dan bergabung dengan Republik Irlandia. Mereka mengklaim sebagai penerus IRA.

RIRA atau NIRA terus melakukan perlawanan sporadis terhadap kepolisian dan angkatan bersenjata Inggris. Bentuk serangan mereka antara lain penembakan dan pemboman menggunakan granat, mortir, dan roket.
Generasi baru milisi Irlandia Utara ini juga dilaporkan mempunyai persenjataan berupa senapan serbu AK-47, senjata mesin Uzi, bahan peledak Semtex beserta pemicu, TM500, pelontar granat (RPG), dan sejumlah pistol. (ayp/ayp)