Aparat Sebut Pelaku Bom Mobil Irlandia Utara Kelompok New IRA

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 19:55 WIB
Aparat Sebut Pelaku Bom Mobil Irlandia Utara Kelompok New IRA Lokasi bom mobil di Kota Londonderry, Irlandia Utara. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Irlandia Utara menyatakan menangkap empat lelaki yang diduga terlibat dalam ledakan bom mobil di Londonderry pada Sabtu (19/1) pekan lalu. Aparat menyatakan mereka diduga berasal dari kelompok radikal Tentara Republik Irlandia-Baru (New IRA).

"Kami menyelidiki kegiatan New IRA. Kelompok ini sama seperti halnya sempalan pendukung Republik lainnya di Irlandia Utara. Jumlahnya kecil, tidak mewakili keseluruhan dan hanya ingin menyeret orang-orang ke dalam pusaran konflik masa lalu," kata Wakil Kepala Kepolisian Irlandia Utara, Mark Hamilton, seperti dilansir dari CNN, Senin (21/1).

Hamilton menyatakan dua orang yang diduga terlibat peledakan bom mobil ditangkap pada Minggu pekan lalu. Sedangkan dua lelaki lagi, masing-masing berusia 34 dan 42 tahun ditangkap hari ini.


Menurut hasil penyelidikan sementara yang disampaikan Hamilton, dua pelaku membajak mobil pengantar pizza dan memasang bom di dalamnya. Kemudian mereka membawa mobil itu ke depan gedung pengadilan setempat, lalu pergi meninggalkannya dan kemudian meledakkan bom yang berada di dalamnya.

Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), kedua pelaku terlihat melompat keluar sebelum mobil itu meledak.

"Ini adalah aksi yang membahayakan bagi penduduk Derry dan terhadap aparat setempat. Kami mengutuk segala macam aksi yang hendak mencelakai penduduk," ujar Hamilton.

Wali Kota Londonderry, John Boyle menyatakan mengutuk aksi bom mobil yang bisa saja merenggut korban nyawa. Menurut dia para pelaku tidak mewakili siapapun di Londonderry dan Strabane.

Kelompok New IRA atau Real IRA adalah sempalan dari kelompok militan IRA yang mulai bergeliat sejak tujuh tahun silam. Mereka adalah faksi di dalam IRA yang menolak gencatan senjata dengan pemerintah Inggris yang diteken pada 2012.

Mereka tetap bertujuan membebaskan Irlandia Utara dari kekuasaan Inggris, dan bergabung dengan Republik Irlandia. Mereka mengklaim sebagai penerus IRA.

RIRA atau NIRA terus melakukan perlawanan sporadis terhadap kepolisian dan angkatan bersenjata Inggris. Bentuk serangan mereka antara lain penembakan dan pemboman menggunakan granat, mortir, dan roket.

Generasi baru milisi Irlandia Utara ini juga dilaporkan mempunyai persenjataan berupa senapan serbu AK-47, senjata mesin Uzi, bahan peledak Semtex beserta pemicu, TM500, pelontar granat (RPG), dan sejumlah pistol.

Berikut cuplikan kejadian bom mobil di Irlandia Utara:

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)