Tornado di Kuba, 172 Orang Terluka

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 07:14 WIB
Tornado di Kuba, 172 Orang Terluka Setidaknya tiga orang tewas dan 172 lainnya terluka akibat tornado yang menghantam Havana, Kuba, pada Minggu (27/1). (Reuters/Fernando Medina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya tiga orang tewas dan 172 lainnya terluka akibat tornado yang menghantam Havana, Kuba, pada Minggu (27/1).

"Kami berduka atas kehilangan nyawa tiga orang dan 172 orang terluka kini sedang dirawat," ujar Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, melalui akun Twitter pribadinya, Senin (28/1).

Diaz-Canel memastikan bahwa satu tim darurat sudah dikerahkan untuk mengupayakan pengembalian daya di sejumlah daerah yang listriknya padam akibat tornado.
Sementara menanti bantuan, sejumlah warga mengingat kembali momen mengerikan yang mereka lalui ketika tornado menyapu tempat tinggalnya.


"Rasanya seperti batu berjatuhan, hujan es, dan saya merasa semuanya runtuh. Angin itu mengangkat atap rumah saya dan semua yang ada di dalamnya," tutur Canaima Hernandez sambil terisak.

Tempat Hernandez tinggal di Regla memang merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak tornado paling parah.
Setelah tornado mereda, para warga terlihat berjalan di sekitar perumahan yang sudah hancur, di mana mobil-mobil terbalik, dinding rumah runtuh, tiang lampu ambruk, dan pepohonan tumbang.

Suasana kian gaduh dengan kehadiran ambulans dengan sirenenya yang kencang, menembus jalanan hancur demi mencari korban tornado.

Di salah satu rumah sakit bersalin di Hijas de Galicia keadaan juga kacau balau. Para staf memaksa pasien keluar gedung ketika angin tornado yang membawa angin berkecepatan 100 kilometer per jam itu datang.
"Warga sudah biasa dengan peringatan, tapi mereka tidak menyangka anginnya sebesar itu," kata seorang warga bernama Granma, sebagaimana dikutip AFP.

Aramando Caymares dari Institut Meteorologi mengatakan bahwa begitu kencang angin tersebut, warga sampai-sampai menggambarkan suaranya "seperti mesin jet."

Namun, sejumlah warga masih bersyukur karena tornado hanya terjadi beberapa detik karena jika lebih dari itu, Kuba mungkin akan hancur.

"Karena jika berlangsung beberapa menit, tak akan ada sisa lagi di sini," kata Francisco Sotolongo. (has/has)