"Para anggota militer pembelot telah menjadi tentara bayaran dari oligarki Kolombia dan berkonspirasi untuk memecah pasukan bersenjata," kata Maduro tanpa menjelaskan lebih lanjut, Rabu (30/1).
Pernyataan itu diutarakan Maduro saat sedang memimpin pawai sedikitnya 2.500 personel tentara di sebuah barak militer di Caracas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisis politik Venezuela semakin pelik terutama setelah Presiden Majelis Nasional Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim negara di Amerika Selatan itu dan menantang rezim Maduro.
Langkah Guaido didukung sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jerman, Kanada, hingga Brasil, dan Kolombia. (rds/has)