Lebih dari 20 Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Cuaca Ekstrem

AP, CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 12:11 WIB
Lebih dari 20 Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Cuaca Ekstrem Sejak awal pekan, beberapa negara bagian di Amerika Serikat dilanda cuaca ekstrem. (REUTERS/Pinar Istek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salju tebal dan cuaca dingin ekstrem yang menghampiri Amerika Serikat bagian utara pekan ini memang mereda, tapi telah menelan korban: lebih dari dua puluh orang tewas di delapan negara bagian sementara ratusan lainnya terluka, termasuk jari membeku, tulang retak, terkena serangan jantung, dan keracunan karbon monoksida.

Di Illinois, rumah sakit-rumah sakit melaporkan sejak Selasa terjadi 220 kasus frosbite, atau bagian tubuh yang kaku dan beku, serta hipotermia. Cuaca ekstrem ini sendiri terjadi karena pusaran kutub (polar vortex) atau sistem bertekanan rendah yang tebal dan dingin yang membuat suhu jatuh hingga ke angka minus 34 derajat celcius, dengan angin dingin bersuhu minus 45 derajat celcius.

Di Minneapolis, Pusat Kesehatan Hennepin biasanya melayani 30 kasus frostbite dalam satu musim dingin. Namun, dalam satu pekan terakhir, mendapatkan hingga 18 kasus.


"Dalam tiga hari terakhir, saya melihat kemunculan kasus frostbite paling banyak dalam karier saya," ujar dokter Andrea Rowland-Fischer, yang bekerja di unit gawat darurat di tempat tersebut,

Kebanyakan dari pasien itu, menurutnya, sebelumya telah memiliki faktor yang menyebabkan mereka sukar untuk merawat diri sendiri: orang tua, anak-anak, atau para pengidap gangguan mental. Ada juga kasus ketika orang-orang pingsan karena tidak sadar tubuh mereka kedinginan atau terluka.

Ada juga pasien frostbite yang mendapatkannya karena terkena udara dingin hanya dalam waktu singkat, tanpa perlindungan seperti sarung tangan atau masker.

Beberapa dari pasien itu harus diamputasi -- keputusan ini diambil oleh dokter empat hingga 10 hari setelah pasien terkena frostbite.

Selain frostbite, bahaya lainnya adalah karbon monoksida dari pembakaran perapian, atau asap yang terperangkap di garasi karena saluran udara tersumbat oleh es dan salju.

Pada Jumat, cuaca ekstrem mulai mereda dan suhu mulai menghangat hingga ke angka minus 5 dan 6 derajat Celcius di Minneapolis dan Chicago.

Semebtara di Dakota Utara, suhu memanjat hingga 0 derajat celcius pada pagi hari -- lompatan yang tinggi dari sebelumnya minus 27 derajat celcius pada selasa.

Cuaca dingin ini diperkirakan menjadi penyebab kematian 27 orang, termasuk seorang wanita 90 tahun yang tewas karena hipotermia. Nenek itu terkunci di luar rumahnya saat sedang memberi makan burung-burung.

Banyak korban tewas lainnya juga karena terkena udara dingin di luar rumah, saat membersihkan salju, atau karena rumah yang tidak memiliki pendingin.

(vws)