AS Desak Maduro Terima Tawaran Amnesti dari Oposisi

CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 10:21 WIB
AS Desak Maduro Terima Tawaran Amnesti dari Oposisi Penasihat keamanan Presiden Amerika Serikat, John Bolton. (REUTERS/Joshua Roberts/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mendesak Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menerima pengampunan yang ditawarkan pemimpin oposisi, Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido. AS memilih mengakui politikus berusia 35 tahun itu sebagai pemimpin interim negara tersebut untuk menyaingi Maduro.

"Saya berharap Nicolas Maduro dan penasihat-penasihatnya pensiun dengan damai dan tinggal di pantai indah di suatu tempat yang jauh dari Venezuela," ucap penasihat keamanan Presiden Donald Trump, John Bolton, melalui Twitternya, Kamis (31/1).

"Mereka harus mengambil keuntungan dari amnesti yang ditawarkan Presiden Guaido dan melanjutkan hidup. Semakin cepat, semakin baik," katanya menambahkan.
Pernyataan itu diutarakan Botlon menyusul krisis politik Venezuela yang semakin pelik, terutama setelah Guaido mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim negara di Amerika Selatan itu dan menantang rezim Maduro.


Selain menyerukan protes anti-Maduro di seluruh negeri, Guaido juga membujuk petinggi militer untuk membelot dari rezim rivalnya itu dengan imbalan amnesti.

Menurut Guaido, dukungan militer Venezuela sangat krusial bagi kesuksesan menggulingkan Maduro.

Dikutip AFP, tawaran serupa juga diberikan Guaido kepada Maduro jika pemimpin sosialis itu mau lengser dan menyerahkan kewenangan eksekutif kepadanya.

[Gambas:Video CNN]

Langkah Guaido didukung sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jerman, Kanada, hingga Brasil, dan Kolombia.

Maduro menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan oposisi. Bahkan dia sepakat untuk mempertimbangkan menggelar pemilu legislatif dalam waktu dekat.
Meski begitu, dia menolak untuk menggelar pemilihan presiden. (rds/ayp)