Korban Tewas Bendungan Runtuh di Brasil Capai 134 Orang

ayp, CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 02:56 WIB
Korban Tewas Bendungan Runtuh di Brasil Capai 134 Orang Tim pencari di lokasi kejadian bendungan runtuh di Brasil. (REUTERS/Adriano Machado)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban meninggal dalam peristiwa bendungan jebol di Brumadinho, Brasil, bertambah menjadi 134 orang. Sedangkan 199 orang dilaporkan masih hilang.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/2), tim penyelamat yang terdiri dari pemadam kebakaran dan pencari terus melakukan proses evakuasi selama lebih dari sepekan. Bendungan sisa penambangan (tailing) milik perusahaan tambang bijih besi Vale runtuh pada 25 Januari lalu.
Limbah lumpur berton-ton tumpah dan menerjang kawasan di sekitarnya. Menurut tim pencari, kemungkinan besar mereka yang hilang sudah meninggal. Namun, jasadnya tertimbun lumpur tebal yang menyulitkan evakuasi.

"Saat ini, karena proses pembusukan, sangat sulit mencari jasad korban. Namun, sampai dinyatakan selesai, kami akan tetap berada di sini kemungkinan selama enam bulan. Kami bakal bekerja tanpa henti," kata seorang perwakilan tim pencari.
Seluruh korban dalam kejadian itu adalah para pekerja tambang. Namun, dampak limbah penambangan berdampak lebih luas.


Peristiwa itu terjadi empat tahun selepas kejadian serupa. Saat itu sebuah bendungan tambang dekat Kota Mariana juga jebol. Alhasil, 19 orang meninggal dalam kejadian itu.
Sebagian saham tambang itu milik perusahaan Vale. Meski jumlah korban lebih kecil, tetapi kejadian itu berdampak merusak lingkungan karena racun penambangan terbawa aliran sungai hingga ratusan kilometer. (ayp)