Oposisi Sebut Militer Blokir Bantuan Kemanusiaan Venezuela

rds, CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 00:12 WIB
Oposisi Sebut Militer Blokir Bantuan Kemanusiaan Venezuela Ilustrasi krisis Venezuela. (Reuters/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Venezuela yang sebagian besar masih setia mendukung Presiden Nicolas Maduro disebut memblokir bantuan kemanusiaan dari Kolombia untuk negara mereka.

Seorang anggota Majelis Nasional Venezuela atau parlemen dari kubu oposisi, Franklyn Duarte, mengatakan "pasukan dari angkatan bersenjata memblokir jalan masuk" ke jembatan Tienditas yang menghubungkan wilayah Cucuta, Kolombia, dengan Urena, Venezuela.

Duarte mengatakan militer memblokade akses tersebut dengan memarkirkan sebuah truk tangki dan truk kontainer besar sehingga menghalangi lalu lintas di jembatan itu.
Blokade bantuan dilakukan militer seiring dengan kepemimpinan Maduro yang semakin tersudut setelah sedikitnya 40 negara mengakui Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido, sebagai pemimpin interim Venezuela.


Bantuan kemanusiaan sendiri dikoordinasikan oleh Guaido. Dia juga sebelumnya telah menuduh militer berencana mengalihkan bantuan yang datang dari Kolombia, Brasil, dan salah satu pulau di Karibia melalui program makanan bersubsidi untuk pendukung Maduro.

Salah satu anggota parlemen oposisi lainnya, Miguel Pizarro, kembali memperingatkan angkatan bersenjata untuk tak melewati "batas" dengan mengalangi bantuan-bantuan tersebut.

"Anda harus tahu batas. Anda harus mengetahui betul bahwa ada batasan, Anda semua tahu bahwa obat-obatan, pasokan makanan, dan peralatan medis lainnya adalah batas tersebut," ucap Pizzaro kepada militer Venezuela melalui pesannya seperti dikutip AFP.
Meski begitu, Maduro tetap menolak membuka akses kemanusiaan ke Venezuela. Dia berdalih akses masuk bantuan kemanusiaan menjadi cikal bakal invasi pihak asing yang dipimpin Amerika Serikat.

"Tidak ada yang akan masuk, tidak ada tentara yang menyerang," katanya.

Pernyataan itu diucapkan Maduro setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka opsi militer terhadap Venezuela jika ia tak kunjung mundur demi mengakhiri krisis politik di negara tersebut.

Dalam wawancara dengan salah satu saluran televisi Spanyol pekan lalu, Maduro memperingatkan bahwa Trump berisiko menodai "tangannya sendiri dengan darah" jika AS memutuskan tetap mengerahkan militer ke Venezuela.

"Hentikan, hentikan Donald Trump. Berhenti di sana! Anda sedang membuat kesalahan yang akan menodai tangan Anda sendiri dengan darah," ucap Maduro. (has)