Penyiar Radio Afghanistan Dibunuh Saat Sedang Siaran

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 01:55 WIB
Penyiar Radio Afghanistan Dibunuh Saat Sedang Siaran Ilustrasi jenazah. (mkaragoz/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang bersenjata dilaporkan menyerbu stasiun radio Hamsada di Kota Taloqan, Provinsi Takhar, Afghanistan. Dalam peristiwa itu, mereka membunuh dua penyiar yang sedang siaran langsung.

Seperti dilansir AFP, Kamis (7/2), kedua penyiar yang diperkirakan berusia 20-an tahun itu diberondong tembakan oleh pelaku. Insiden ini membuat keamanan Afghanistan masih rawan bagi jurnalis.

"Dua penembak menyerbu stasiun radio pada pukul 18.00 waktu setempat pada Selasa kemarin. Mereka menembak dua penyiar yang tengah mengudara. Keduanya meninggal di lokasi," kata juru bicara pemerintah Kota Taloqan, Jawad Hejri.



Serangan terhadap jurnalis di Afghanistan menjadi yang kedua pada tahun ini. Peristiwa itu terjadi di tengah-tengah perundingan damai antara Taliban, Amerika Serikat, dan pemerintah Afghanistan.

Pada Januari lalu, seorang jurnalis lepas Jawid Noori diculik dan dibunuh anggota Taliban di Provinsi Farah. Menurut lembaga Jurnalis Tanpa Batas (RSF), 2018 menjadi tahun paling mematikan bagi jurnalis di Afghanistan. Tercatat 25 wartawan meninggal pada tahun lalu.

Kepala Fotografer AFP di Afghanistan, Shah Marai, adalah salah satu dari delapan jurnalis yang meninggal dalam serangan bom. Tiga bulan kemudian, sopir AFP, Mohammad Akhtar meninggal dalam serangan bom bunuh diri ketika hendak bekerja.


Menurut catatan RSF, sekitar 60 pewarta dan pekerja media tewas di Afghanistan sejak AS menyerbu negara itu pada 2001.

Badan Keselamatan Wartawan Afghanistan mendesak pemerintah segera mengusut dan menangkap pelaku pembunuhan itu. Meski demikian belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian itu. (ayp/ayp)