Listrik Ribuan Rumah di Sydney Padam Usai Badai Besar

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 14:28 WIB
Listrik Ribuan Rumah di Sydney Padam Usai Badai Besar Listrik padam setelah banjir menerjang Sydney, Australia. (Foto: AAP/Dave Hunt/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Listrik ribuan rumah di Sydney padam pada Sabtu (9/2) usai badai besar menghantam salah satu kota terbesar di Australia tersebut. Mayoritas transportasi publik juga tak bisa beroperasi dan pemerintah menunda kegiatan pertandingan sepak bola nasional.

Mengutip AFP, hujan deras disertai petir telah terjadi sejak Jumat (8/2) di Sydney. Intensitas curah hujan saat itu mencapai 60 mm di beberapa kawasan.

Bahkan, banjir bandang terjadi di bagian barat Sydney. Intensitas hujan yang turun di salah satu kawasan pinggiran di kota Sydney hampir menyentuh 42 mm dalam waktu 30 menit. 


"Itu adalah badai yang bergerak lambat dengan udara lembab yang bergerak di sepanjang pantai. Ini memungkinkan peningkatan kelembaban," ujar Byron Doyle dari Badan Meteorologi New South Wales, dikutip Sabtu (9/2).

Akibat kejadian itu, banyak mobil warga yang terendam banjir di jalan utama disertai lampu lalu lintas yang rusak. Parahnya, sejumlah pohon juga tumbang di beberapa wilayah. Hal itu beredar di media sosial. 

Sejumlah perusahaan energi mengatakan lebih dari 40 ribu rumah terkena dampak badai berupa mati listrik. Pemerintah pun menerjunkan lebih dari 1.000 layanan darurat, termasuk upaya penyelamatan dari bencana banjir di Sydney.

"Penyelamatan itu untuk semua kendaraan yang tergenang banjir," ucap juru bicara layanan darurat bagian New South Wales.

Sementara, pertandingan sepak bola wanita sampai ditunda dua kali. Lebih naas lagi, pertandingan memang tetap dilangsungkan tapi terjadi pemadaman lampu di beberapa menara di tengah pertandingan.

Informasi saja, badai di Sydney terjadi ketika pemerintah tengah melakukan pemulihan karena banjir di negara bagian timur laut Queensland. Maklum, hujan terus turun dengan intensitas tinggi di kawasan itu dalam sepekan terakhir.

Di sisi lain, gelombang panas ekstrem sedang terjadi di bagian selatan, sehingga mempengaruhi suhu di kawasan tersebut. Belum lagi, di pendalaman timur Australia sedang mengalami kekeringan. (aud/evn)