Penyiar Radio Meksiko Ditembak Mati Saat Sarapan

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 10/02/2019 02:53 WIB
Penyiar Radio Meksiko Ditembak Mati Saat Sarapan Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyiar radio di negara bagian Tabasco, Meksiko, Jesus Eugenio Ramos, ditembak mati oleh orang tak dikenal. Insiden ini menjadi kekerasan terhadap jurnalis yang ketiga sejak Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menjabat pada 1 Desember 2018.

Dikutip dari Reuters, kantor kejaksaan Tabasco menyebut korban meninggal akibat luka tembak pada Sabtu (9/2) pagi di sebuah rumah sakit di kota tersebut.

Gubernur Tabasco Adan Augusto Lopez mengatakan dia prihatin atas kehilangan wartawan yang dikenal di kota itu dengan julukan sebagai 'Chuchin' tersebut. Ia juga mendesak penyelidikan atas pembunuhan itu.

"Dia adalah reporter bergengsi, [memandu] sebuah program dengan sejarah panjang di Zapata," katanya dalam sebuah video yang diposting di Twitter.

Ramos merupakan penyiar program berita "Wilayah Kita Hari Ini" di stasiun lokal. Saat pembunuhan terjadi, menurut Tabasco Today, korban sedang sarapan di sebuah hotel dekat stasiun radio.

Selain menjadi pembunuhan ketiga sejak Presiden Andres menjabat, kasus ini juga menandai pembunuhan jurnalis kedua pada 2019. Meksiko sendiri tengah bergulat dengan rekor kekerasan yang telah merenggut nyawa banyak wartawan.

Angka pembunuhan di Meksiko sendiri melonjak sepertiganya pada tahun lalu menjadi lebih dari 33.000 kasus. Ini menjadi rekor dalam satu dekade terakhir setelah dimulainya program memerangi perdagangan narkotika yang dipimpin oleh militer.

Wartawan lokal di seluruh Meksiko telah menjadi korban kekerasan. Komite untuk Melindungi Wartawan (CPJ) pun mengklasifikasikan Meksiko sebagai negara paling berbahaya bagi pekerja media di Belahan Barat.

Pasal 19, yang membela kebebasan berekspresi dan akses ke informasi, mendokumentasikan pembunuhan 122 jurnalis di Meksiko sejak tahun 2000.

[Gambas:Video CNN]


(arh)