Pemerintah Lawan Pencurian BBM, Geng Meksiko Tebar Ancaman

CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 13:59 WIB
Pemerintah Lawan Pencurian BBM, Geng Meksiko Tebar Ancaman Ilustrasi kelangkaan BBM di Meksiko. (REUTERS/Daniel Becerril)
Jakarta, CNN Indonesia -- Geng di Meksiko terusik dengan kebijakan memerangi pencurian bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan Presiden Andreas Manuel Lopez Obrador. Mereka sampai melakukan upaya teror, dengan meletakkan bom tiruan disertai pesan bernada ancaman di dekat sebuah kilang minyak pada Kamis (31/1) kemarin.

Pesan bernada ancaman itu ditulis pada sebuah kain yang ditemukan di dekat kilang minyak Salamanca, negara bagian Guanajuato. Isinya meminta supaya Obrador menarik pasukan dan petugas keamanan lainnya dari wilayah itu.

Di dalam pesan itu tertulis sebuah nama geng, Puro Cartel Santa Rosa de Lima. Mereka meminta pemerintah membebaskan sejumlah orang yang dibui karena mencuri BBM.
"Kalau tidak, saya akan membunuh mereka bersama dengan orang-orang yang tidak bersalah," demikian isi pesan itu, seperti dilansir AFP, Jumat (1/2).


Pesan itu disertai dengan sebuah benda yang terlihat seperti bom rakitan, yang ditinggalkan dalam sebuah mobil pikap di luar kilang. Namun, petugas kemudian mengatakan paket itu adalah bom palsu.

"Peringatan palsu," kata Lopez Obrador dalam jumpa pers.

"Tidak ada bahan peledak dalam truk pickup yang ditinggalkan. Jelas ini ada hubungannya dengan operasi pencurian bahan bakar," kata juru bicara kepresidenan, Jesus Ramirez kepada wartawan.
Sejak menjabat pada Desember tahun lalu, Lopez Obrador telah mengibarkan bendera perang terhadap pencurian minyak dari jaringan pipa perusahaan minyak negara, Pemex. Aksi pencurian BBM dilakukan penjahat kelas kakap dan melibatkan kartel obat-obatan terlarang serta pejabat korup, membuat Meksiko mengalami kerugian sebesar US$3 miliar pada 2017.

Kejadian yang berujung maut adalah ketika pipa penyalur minyak yang bocor meledak di sebuah negara bagian Meksiko beberapa waktu lalu. Ratusan orang yang sedang mengantre untuk mengambil BBM yang tercecer meninggal, dan sejumlah lainnya luka-luka. (rds/ayp)