Jasad Gadis Malaysia yang Hilang Ditemukan Membusuk di Semak

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 11:15 WIB
Jasad Gadis Malaysia yang Hilang Ditemukan Membusuk di Semak Ilustrasi. (Istockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jenazah diduga seorang gadis yang menghilang di Malaysia, Siti Masyitah, ditemukan membusuk di semak-semak di Kampung Tanjung Medang Hilir, Pekan, pada Sabtu (9/2).

"Mayat itu ditemukan tertelungkup di semak-semak sekitar 200 meter dari jalan utama, yang tidak dapat terlihat dari jangkauan publik," kata Kepala Departemen Investigasi Kriminal Pahang (CID), Othman Nanyan.

Gadis berusia 11 tahun itu dilaporkan hilang pada 30 Januari, ketika ia tak kunjung pulang setelah berkunjung ke sebuah toko.


"Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan untuk dilakukan post-mortem demi mengidentifikasi penyebab kematian," ucap Othman.
Othman mengatakan sekarang kasus ini masih diklasifikasikan sebagai kematian mendadak, sambil menunggu hasil post-mortem.

Jenazah itu ditemukan oleh seorang warga pada pukul 16.25 waktu setempat, dan belum secara resmi diidentifikasi oleh pihak berwenang.

Tidak ditemukan senjata dari tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan juga dilakukan di sekitar lokasi yang mencakup wilayah perkebunan kelapa sawit.

Orang tua Siti bergegas ke tempat kejadian setelah mendengar soal penemuan jenazah putrinya.
Media lokal melaporkan seorang ibu telah memastikan bahwa mayat itu adalah putrinya, berdasarkan pakaian yang dikenakan pada hari dia menghilang.

Ibu anak tersebut, Zaleha Abdullah, mengatakan kepada New Straits Times bahwa jasad putrinya itu dimutilasi dan beberapa organ dalam tubuhnya hilang.

"Hatiku hancur saat melihat tubuh putriku dimutilasi. Tangan dan kakinya diikat, kepalanya terpisah dari tubuhnya dan beberapa organ tubuhnya hilang, "kata Zaleha.

"Kami mencarinya di lokasi yang sama 11 hari yang lalu, namun saat itu tidak berhasil ditemukan."
Ia kemudian bercerita bahwa Siti meminta sejumlah uang kepadanya sekitar pukul 17.00 untuk membeli sesuatu di toko, tetapi tidak pernah kembali ke rumah.

"Dia bilang dia akan pulang lebih awal. Itu terakhir kali aku melihatnya. Saya mengajukan laporan polisi di kantor polisi Pekan pada hari yang sama," kata Zaleha.

"Dengan bantuan penduduk desa, kami juga melakukan pencarian di sekitar desa selama 11 hari terakhir."
Menurut kepolisian, seorang pria berusia 20-an telah ditangkap untuk membantu proses penyelidikan.

Kepala Polisi Distrik Pekan, Amran Sidek, mengatakan tersangka diyakini merupakan orang terakhir yang terlihat bersama Siti.

Amran menolak membeberkan detail penangkapan itu sampai laporan post-mortem diterima.

"Sejauh ini, saya hanya bisa mengonfirmasi tersangka telah ditahan selama 14 hari, di bawah Undang-Undang Imigrasi," katanya, Minggu (10/2). (syf/has)