Keluarga Militan Asing ISIS Lari dari Benteng Terakhir

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 05:20 WIB
Keluarga Militan Asing ISIS Lari dari Benteng Terakhir Ilustrasi (REUTERS/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan keluarga dari pejuang ISIS asing melarikan diri dari benteng pertahanan terakhir ISIS di timur Suriah, Selasa (12/2). Pejuang yang berasal dari Irak, Turki, dan Rusia Mereka menyelamatkan diri setelah posisi para jihadis mulai goyah diserang oleh tentara gabungan SDF (The Syrian Democratic Forces) yang didukung Amerika Serikat.

Komandan lapangan dari pasukan yang dipimpin orang Kurdi menyebut mereka telah mendesak pasukan jihadis hingga ke kantung terdalam mereka. Menurutnya, para gerilyawan asing pun tengah membuat keputusan akhir mereka.

SDF yang menguasai seperempat Suriah telah melakukan serangan untuk merebut kantong-kantong pertahanan jihadis dengan bantuan serangan udara oleh AS. Ratusan warga sipil mengungsi dalam dua hari terakhir.


Namun, SDF menyebut sebanyak 400 hingga 600 militan masih bertahan. Beberapa diantaranya adalah orang asing dan emir, termasuk para istri dan anak-anak para militan.

"Kami mendapat perlawanan sengit dari para pejuang Daesh," jelas komandan lapangan Adnan Afrin kepada Reuters di luar salah kota terakhir ISIS, Baghouz.

"Kebanyakan adalah orang asing, Irak, Eropa, dan banyak orang Turki. Kami menyadap dari walkie-talkie mereka," jelasnya.

Menurutnya, saat ini para pejuang jihad saat ini hanya menguasai seperempat kilometer dari desa tersebut.

Juru bicara pasukan koalisi, Kolonel Sean Ryan menyebut masih terlalu dini untuk menyebut kapan serangan ini akan berakhir. "Pejuang ISIS terus mengadakan serangan balasan," jelasnya lewat surel, Selasa (12/2).

Menteri Luar Negeri Suriah mendorong PBB untuk, "menghentikan tindakan kriminal ini... dan mengakhiri serangan agresif dan kehadiran AS dan tentara asing lain yang tidak resmi." (eks/eks)