Bom Mobil di Iran, 27 Tentara Garda Revolusi Tewas

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 08:17 WIB
Bom Mobil di Iran, 27 Tentara Garda Revolusi Tewas Ilustrasi bom mobil. (Reuters/Khalid al-Mousily)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 27 tentara Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas akibat bom mobil yang mengguncang tenggara negara tersebut pada Rabu (13/2).

"Dalam serangan teroris ini, 27 pejuang pemberani tewas dan 13 lainnya terluka," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran, sebagaimana dikutip AFP.

Menurut keterangan Garda Revolusi, insiden ini terjadi ketika "sebuah mobil berisi bahan peledak meledak di sebelah satu bus" yang membawa personel tentara.
Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa serangan bunuh diri ke bus Korps Garda Revolusi ini terjadi di jalan Khash-Zahedan.


Tak lama setelah kabar tersebut beredar, kantor berita Fars merilis foto yang memperlihatkan sebongkah baja hancur di pinggir jalan, tampak tak seperti bus lagi.

Hingga saat ini, belum diketahui dalang di balik serangan ini. Garda Revolusi hanya menyebut "Antek badan intelijen" melakukan serangan ini untuk melawan "kemenangan 40 tahun revolusi Islam Iran."
Insiden ini terjadi di hari yang sama ketika Amerika Serikat menghimpun 60 negara di Polandia untuk konferensi mengenai Timur Tengah dengan harapan dapat memberikan tekanan lebih ke Iran.

Namun, SITE Intelligence Group melaporkan bahwa serangan ini diklaim oleh Jaish Al-Adl, kelompok teror yang pada 2012 dinyatakan sebagai penerus grup ekstremis Jundallah, pemberontak di negara tersebut. (has/has)