Remaja Inggris yang Masuk ISIS di Suriah Mengaku Ingin Pulang

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 11:53 WIB
Remaja Inggris yang Masuk ISIS di Suriah Mengaku Ingin Pulang Seorang remaja Inggris yang meninggalkan London bersama dua temannya untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada tahun 2015 kini mengaku ingin pulang. (Dok.REUTERSTV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang remaja Inggris yang meninggalkan London bersama dua temannya untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada tahun 2015 kini mengaku ingin pulang.

"Sekarang, yang saya inginkan hanya pulang ke rumah di Inggris," ujar Shamima Begum, kepada The Times, sebagaimana dikutip The Straits Times, Rabu (13/2).

Begum melakukan perjalanan ke Suriah pada Februari 2015 bersama Kadiza Sultana dan Amira Abase, teman sesama siswa di Akademi Bethnal Green, London Timur.
Ketiga teman itu bergabung dengan teman sekelasnya, Sharmeena Begum, yang lebih dulu meninggalkan London pada Desember 2014. Mereka masing-masing kemudian menikahi seorang militan asing ISIS tak lama setelah tiba di Raqqa.


Dia langsung menikah dengan salah seorang berkewarganegaraan Belanda, sementara teman-temannya menikah dengan pria dari Amerika, Australia, dan Bosnia. Ketiga gadis itu lantas ditempatkan di "rumah untuk perempuan".

Berbicara dari kamp Al Hol, di timur laut Suriah, Begum yang sedang hamil besar mengatakan dia melarikan diri dari pertempuran di Baghouz, di mana ISIS memperjuangkan pertahanan terakhir mereka di wilayah tersebut.
"Saya tidak bisa menanggung penderitaan dan kesulitan yang ada di medan perang," kata gadis berusia 19 tahun itu kepada Times.

"Tetapi saya juga takut kalau anak yang akan saya lahirkan mati seperti anak-anak saya yang lain. Jadi saya melarikan diri dari kekhalifahan."

Begum mengatakan bahwa teman-temannya, yang suaminya telah meninggal, memutuskan untuk tetap tinggal di Baghouz.

"Itu pilihan mereka sendiri sebagai wanita untuk tetap tinggal disana," katanya.

Simak video pemerintah Inggris cabut kewarganegaraan Shamima Begum:
[Gambas:Video CNN]
(syf/has)