Militer Venezuela Tegaskan Setia pada Nicolas Maduro

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 04:14 WIB
Militer Venezuela Tegaskan Setia pada Nicolas Maduro Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyatakan pihaknya akan tetap setia pada Presiden Nicolas Maduro. (Foto: Reuters/Manaure Quintero)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan bersenjata Venezuela mengatakan mereka mewaspadai pelanggaran perbatasan, menyusul ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump yang mendesak mereka untuk mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido.

"Angkatan bersenjata akan tetap dikerahkan dan harus waspada di sepanjang perbatasan... untuk menghindari pelanggaran integritas wilayah," kata Menteri Pertahanan Vladimir Padrino saat membacakan pernyataan bersama para komandan Venezuela.

"Kami menegaskan kembali ketaatan, subordinasi dan kesetiaan kami kepada Presiden Nicolas Maduro," lanjutnya.


Maduro menghadapi tekanan tinggi untuk menghentikan keputusannya memblokade bantuan internasional yang kebanyakan datang dari Amerika. Ia memerintahkan militer untuk menutup perbatasan lantaran menganggap langkah pemberian bantuan itu sebagai bentuk intervensi Amerika.


Guaido sebagai pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, terus berupaya melawan blokade tersebut. Ia didukung oleh Amerika dan sekitar 50 negara lain.

Guaido disebut telah menawarkan amnesti kepada komandan militer jika mereka memilih meninggalkan Maduro.

Trump diketahui menolak mengesampingkan aksi militer AS di Venezuela. Dirinya kembali memberi tekanan dengan mengeluarkan peringatan kepada militer Venezuela.

Ia menegaskan bahwa para pendukung Maduro tidak akan menemukan tempat bersembunyi yang aman dan bahwa tidak akan ada jalan keluar yang mudah. "Anda akan kehilangan segalanya," katanya, Senin (18/2).


Padrino menanggapi ancaman tersebut dengan menyebut Trump arogan.

"Jika kekuatan asing mencoba membantu pemerintahan dengan paksaan, mereka harus melakukannya di atas mayat kami," kata Padrino.

[Gambas:Video CNN] (rea)