Rusia Sebut Oposisi Venezuela Undang Intervensi Asing

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 01:34 WIB
Rusia Sebut Oposisi Venezuela Undang Intervensi Asing Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengingatkan presiden interim Venezuela Juan Guaido untuk tidak mengundang intervensi asing. (Foto: Reuters/Sergio Perez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juan Guaido yang memproklamirkan dirinya sebagai presiden interim Venezuela mendapat peringatan dari Rusia. Moskow disebut meminta Guaido untuk tidak 'mengundang intervensi asing' dengan menggunakan pengiriman bantuan sebagai 'perlindungan'.

Moskow juga menyerukan dialog antara pemerintah dan oposisi.

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengungkapkan bahwa Rusia khawatir mengenai ancaman AS yang secara aktif didukung oleh oposisi Venezuela, yang pada dasarnya dianggap mengundang intervensi asing.


Menurut Lavrov, intervensi semacam itu tidak akan membawa hasil seperti yang diinginkan Guaido, baik bila dilakukan secara langsung maupun 'di bawah perlindungan bantuan kemanusiaan'.


Militer Venezuela yang telah menyatakan setia terhadap Presiden Nicolas Maduro mengatakan akan terus bersiaga setelah Guaido berjanji membawa bantuan masuk ke negara yang sedang mengalami krisis tersebut. Bantuan inilah yang disebut Maduro sebagai invasi AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menolak mengesampingkan aksi militer. Ia memperingatkan bahwa militer Venezuela bisa 'kehilangan segalanya'.

Lavrov mengatakan ancaman AS ini merupakan pelanggaran. "Tidak diragukan, (ancaman) itu adalah pelanggaran terhadap Piagam PBB dan campur tangan langsung ke urusan dalam negeri sebuah negara merdeka," katanya, dilansir dari AFP.

Dirinya berharap Guaido mau menanggapi inisiatif dialog mediasi yang ditawarkan. "Hasil yang baik hanya datang dari dialog politik inklusif," lanjutnya.


Pengiriman makanan dan obat-obatan dari AS dan sekitar 50 negara lain saat ini dilarang masuk oleh Maduro. Hal ini menjadi pemicu fokus perebutan kekuasaan antara Maduro dan Guaido, terutama karena rakyat disebut sudah menderita akibat krisis ekonomi.

Maduro menyatakan sekitar 300 ton bantuan Rusia akan sampai Venezuela pada Rabu (20/2). Ia juga mengumumkan kedatangan bantuan dari sekutu lainnya, yaitu China dan Kuba.

Pada Rabu (20/2), surat kabar Rusia Rossiiskaya Gazeta mengutip ucapan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez yang mengatakan bantuan telah tiba di negaranya.

"Kami berterima kasih kepada Rusia atas pengiriman peralatan medis yang telah tiba di Venezuela," ucapnya dalam bincang dengan surat kabar terkait. (rea)