Vatikan Gelar KTT Bahas Skandal Pelecehan Gereja

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 14:24 WIB
Vatikan Gelar KTT Bahas Skandal Pelecehan Gereja Ilustrasi Vatikan. (AFP PHOTO / VINCENZO PINTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahta Suci Vatikan memulai konferensi soal perlindungan anak dunia pada Kamis (21/2). Salah satu agendanya membahas kasus penyimpangan dan pelecehan seksual yang dilakukan para pemuka Katolik.

Di sisi lain, para korban mendesak supaya kegiatan menghasilkan keputusan yang mendasar untuk mengakhiri rantai pelecehan itu, karena mereka jengah dengan janji Pemimpin Tahta Suci Vatikan, PausFransiskus soal reformasi gereja Katolik dan memberikan keadilan.
Seperti dilansir AFP, Kamis (21/2), Paus Fransiskus, bakal menggelar acara itu selama tiga setengah hari. Dia bakal meyakinkan para uskup Katolik untuk mengatasi pedofilia dan skandal pelecehan yang menimpa Gereja Katolik.

Pria berusia 82 tahun itu berharap dapat meningkatkan kesadaran melalui doa, pidato, kelompok kerja dan kesaksian dari para korban. Tujuannya supaya ketika ke-114 kepala uskup kembali ke negara masing-masing memiliki pandangan jelas mengenai cara menyelesaikan kasus itu.


"Harapan saya adalah agar orang-orang melihat ini sebagai titik balik," kata Kardinal Amerika Blase Cupich.
Gereja Katolik AS telah terguncang oleh salah satu krisis terburuk dalam sejarah. Penyebabnya adalah Paus Fransiskus memberhentikan seorang Kardinal AS, Theodore McCarrick, atas tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang remaja 50 tahun yang lalu.

"Diam tidak akan menyelesaikan masalah. Ini bukan tahap akhir, tidak ada yang bisa mengatakan demikian (tapi) kami akan mengupayakan segala kemungkinan agar orang-orang menjaga tanggung jawab, kepercayaan dan akan ada transparansi," kata Cupich.

Paus Fransiskus juga mengakui bahwa para pastor dan uskup di gereja Katolik kerap melakukan pelecehan seksual terhadap biarawati.
Isu ini mencuat setelah satu media perempuan Vatikan melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap biarawati hingga membuat mereka terpaksa melakukan aborsi atau membesarkan anak-anak mereka tanpa sepengetahuan sang pastor.

Masalah itu menjadi sorotan setelah tahun lalu seorang biarawati menuduh satu uskup India berulang kali memperkosanya, memicu perbedaan pendapat yang jarang terjadi di kalangan Gereja Katolik negara itu.

[Gambas:Video CNN] (syf/ayp)