RI-Saudi Masih Rundingkan Waktu Lawatan Putra Mahkota

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 19:17 WIB
RI-Saudi Masih Rundingkan Waktu Lawatan Putra Mahkota Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. (Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), batal singgah ke Indonesia dalam agenda lawatannya ke kawasan Asia Tenggara. Namun, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia menyatakan masih merundingkan waktu kunjungan Pangeran Salman dengan pemerintah Arab Saudi.

"Sampai saat ini kami masih terus berkomunikasi untuk bisa tentukan tanggal yang tepat baik buat pihak Saudi dan Indonesia demi merealisasikan kunjungan tersebut," kata juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Kamis (21/2).

Awalnya Malaysia dan Indonesia masuk daftar negara yang akan dikunjungi MbS dalam tur perdananya ke Asia. Negara yang tadinya akan dikunjungi adalah Pakistan, India, China, lalu Malaysia dan Indonesia.


Akan tetapi, bebeberapa hari sebelum kunjungan, pemerintah Saudi mengumumkan penundaan lawatan MbS ke Malaysia dan Indonesia. Alasannya karena urusan domestik mendadak.
"Sebenarnya (penundaan kunjungan) ini suatu hal yang biasa. Informasi yang kami terima, penundaan dikarenakan ada agenda urgent yang harus dilakukan," kata Arrmanatha.

Selain menunda lawatan ke Malaysia dan Indonesia, MbS juga mempersingkat lawatannya ke Pakistan, India, dan China.

Selama dua hari di Islamabad, MbS menyepakati sejumlah perjanjian kerja sama, menaruh investasi sebesar US$20 miliar atau Rp282 triliun bagi Pakistan.

Selain itu, penerus takhta kerajaan Saudi itu juga membebaskan 2.107 orang Pakistan yang menjadi tahanan di negaranya.

Di India, MbS disebut sepakat memperkuat kerja sama anti-terorisme dan memperluas kerja sama investasi yang mampu mencapai nilai US$100 miliar.
MbS juga dikabarkan telah tiba di Beijing, China, hari ini sebagai penutup lawatannya ke Asia.

Dikutip AFP, Kementerian Luar Negeri China mengatakan inisiatif kerja sama infrastruktur kawasan yang dikenal dengan One Belt One Road akan menjadi salah satu fokus agenda pertemuan MbS dengan Presiden Xi Jinping. (rds/ayp)