Menlu Belum Bisa Pastikan Kunjungan Putra Mahkota Saudi

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 05:30 WIB
Menlu Belum Bisa Pastikan Kunjungan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (REUTERS/Faisal Al Nasser)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan belum bisa memastikan kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). Namun, ia mengaku telah membicarakan rencana kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi itu ke Indonesia dengan Duta Besar Saudi Esam A. Abid Althagafi.

"Memang ada rencana (kunjungan). Tapi kita sedang terus komunikasi. Jadi pada titik ini saya belum bisa mengonfirmasikan," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/2).

Meskipun demikian, Retno mengaku tetap berkomunikasi dengan pihak Saudi untuk memastikan kunjungan MbS tersebut. Retno menyatakan belum bisa memberikan konfirmasi terkait kedatangan penerus takhta kerajaan Saudi itu


"Komunikasi ada. Tetapi kita belum waktunya untuk menyampaikan konfirmasi," ujarnya.

Sebelumnya Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyatakan MbS akan mengunjungi Indonesia pekan depan. Meski begitu, Agus enggan menjelaskan agenda detil MbS selama berada di Jakarta nanti.

"Iya (minggu depan)," ucap Agus saat dikonfirmasi CNNIndonesia.commelalui pesan instan pada Rabu (13/2).

Agus tak menyebutkan berapa lama penerus takhta kerajaan Saudi itu akan melawat ke Indonesia.

"Untuk agenda detilnya bisa cek Kementerian Luar Negeri RI," kata Agus.

Sejumlah media asing memberitakan Pangeran Mohammed akan melakukan lawatan ke sejumlah negara di Asia seperti India, Pakistan, China Malaysia, hingga Indonesia mulai pekan ini.

Agenda utama kunjungan itu dilaporkan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi Saudi dengan negara-negara sahabat di Asia. Kunjungan kenegaraan ini merupakan yang pertama dilakukan Pangeran Mohammed ke Asia Tenggara.

Di sisi lain, Pangeran Mohammed disebut-sebut bertanggung jawab atas pembunuhan wartawan, Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018 lalu.

Khashoggi merupakan wartawan pengkritik Pangeran Mohammed dan Raja Salman, yang tewas di konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) menyimpulkan Pangeran Mohammed yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Dia juga disebut pernah berniat menembak mati Khashoggi jauh sebelum peristiwa itu terjadi.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengaku bahwa koresponden surat kabar The Washington Post itu tewas di dalam konsulatnya di Istanbul.

Saudi juga mengaku jasad Khashoggi telah dimusnahkan. Meski begitu, mereka berkeras membantah kerajaan terlibat konspirasi pembunuhan itu. (fer/eks)