Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Personel Perdamaian

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 13:05 WIB
Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Personel Perdamaian Ilustrasi pasukan AS di Suriah. (DELIL SOULEIMAN/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat akan meninggalkan "kelompok kecil pasukan perdamaian" yang terdiri dari 200 tentara di Suriah untuk periode waktu tertentu setelah mereka menarik pasukan militer.

"Sekelompok kecil pasukan perdamaian sekitar 200 personel akan tetap berada di Suriah untuk jangka waktu tertentu," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (21/2).

Keputusan itu diumumkan setelah Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Kedua pemimpin sepakat untuk "terus berkoordinasi demi menciptakan zona aman" di Suriah.


Desember lalu, Trump memerintahkan penarikan 2.000 tentara AS dari Suriah karena mereka telah mengalahkan militan ISIS di sana.
Namun, beberapa penasihat Trump meminta sang presiden mempertimbangkan lagi kebijakannya demi memastikan perlindungan terhadap pasukan Kurdi.

Selama ini, AS mendukung dan melatih pasukan Kurdi di Suriah untuk melawan ISIS. Sementara itu, Turki menganggap Kurdi sebagai teroris karena terus menggemakan pemberontakan di negaranya.

Komandan pasukan Suriah yang didukung AS telah menyerukan agar 1.000 hingga 1.500 tentara internasional tetap berada di negara itu untuk membantu memerangi ISIS.

Ia juga menyampaikan harapan kepada Amerika Serikat, khususnya, agar menghentikan rencana penarikan total.

[Gambas:Video CNN]

Sampai saat ini, sekutu Eropa menolak keras menyediakan pasukan kecuali jika Washington terus berkomitmen di kawasan itu.

Seorang pejabat senior AS mengatakan keputusan Trump untuk menyisakan pasukan perdamaian sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Namun, belum jelas berapa lama 200 personel itu akan tetap berada di sana atau lokasi penempatan mereka.

Keputusan untuk mempertahankan pasukan penjaga perdamaian dapat membantu Trump mengatasi kritik.

"Ini adalah arah yang jelas bagi sekutu dan anggota koalisi lainnya bahwa kami akan berada mencapai kesepakatan mengenai beberapa hal," kata pejabat senior pemerintah AS itu. (syf/has)