Vietnam Janjikan Pertemuan Kim Jong Un-Trump Aman

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 03:15 WIB
Vietnam Janjikan Pertemuan Kim Jong Un-Trump Aman Ilustrasi pertemuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Vietnam menyatakan akan menyiagakan seluruh aparat keamanan untuk mensukseskan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada 27 sampai 28 Februari mendatang.

Pemerintah Vietnam menyatakan mereka hanya memiliki waktu sekitar 10 hari untuk mempersiapkan pertemuan puncak kedua pemimpin itu. Hal ini berbeda dengan pertemuan pertama di Singapura pada Juni 2017 yang memiliki waktu persiapan sekitar dua bulan.

"Keamanan akan berada pada tingkat maksimum," kata Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung, seperti dilansir Associated Press, Senin (25/2).


Untuk mencapai lokasi pertemuan, kedua pemimpin negara itu menggunakan cara berbeda. Kim Jong Un memilih menumpang kereta lapis baja dari Ibu Kota Pyongyang melintasi China, disambung menggunakan kendaraan roda empat menuju Hanoi. Sementara Trump akan menggunakan pesawat kepresidenan.
Ratusan tentara dikerahkan menjaga daerah dekat stasiun kereta Dong Dang pada Senin (25/2), sebelum kedatangan Kim. Kim kemungkinan akan tiba di stasiun Dong Dang dan melanjutkan perjalanannya ke Hanoi dengan mobil.

Keamanan yang sangat ketat diminta oleh otoritas Korea Utara karena mereka sangat waspada atas keselamatan Kim. Keputusan Kim menggunakan kereta dianggap lebih mudah dijaga ketimbang menggunakan pesawat.

Vietnam juga telah mengumumkan penutupan jalan yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang rute yang dilalui Kim dari dan menuju Hanoi.

Departemen Urusan Jalan Vietnam mengatakan penutupan jalan akan dilakukan di Jalan Tol Satu dari Dong Dang, yang berbatasan dengan China sejauh 169 kilometer ke perbatasan Hanoi.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, Vietnam juga ingin memamerkan perbaikan ekonomi dan pembangunannya, setelah kehancuran akibat perang Vietnam.

Menteri Informasi Vietnam, Nguyen Manh Hung, mengatakan ada sekitar 3.000 jurnalis dari 40 negara meliput perhelatan itu.

Banyak pihak berharap pertemuan Trump dan Kim bisa mengakhiri ketegangan di Semenanjung Korea, dan menciptakan perdamaian abadi di daerah itu. Di sisi lain, Korea Utara diharapkan mengakhiri program senjata nuklir.

Meski demikian, banyak pakar yang tidak yakin Kim akan melepaskan program nuklirnya.
Hanya saja, warga Hanoi terlihat gembira kota mereka menjadi tuan rumah pertemuan itu. Hal itu terbukti dari semakin maraknya penjualan pernak-pernik berupa kaos dengan gambar wajah Kim dan Trump.

Anak-anak TK yang berbusana Hanbok juga berlatih lagu untuk menyambut Kim. Dan juga para turis berpose di depan ratusan bendera AS dan Korea Utara yang berkibar di sekitar kota. (ham/ayp)