Riwayat Konflik Pakistan dan India di Tanah Kashmir

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 20:15 WIB
Riwayat Konflik Pakistan dan India di Tanah Kashmir Ilustrasi konflik Kashmir. (Reuters/Danish Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski bertetangga, hubungan antara India dan Pakistan selalu 'panas dingin'. Selama puluhan tahun, hubungan kedua negara selalu terganjal konflik perebutan wilayah Kashmir.

Kashmir merupakan sebuah daerah sekitar pegunungan Himalaya yang terletak di utara India dan Pakistan. New Delhi dan Islamabad sama-sama mengklaim wilayah tersebut berada dalam kekuasaannya.

India dan Pakistan tercatat telah berperang sebanyak dua kali memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1947 dan pada 1999 dalam Perang Kargil.


Kedua negara yang mempunyai senjata nuklir itu juga kerap terlibat bentrokan kecil yang sudah tak terhitung lagi jumlahnya karena masalah yang sama.

Berikut rekam jejak bentrokan yang cukup besar antara kedua negara terkait Kashmir.

1947

Perang antara kedua negara terkait perebutan wilayah Kashmir pecah pertama kali di tahun ini. Saat itu, India dan Pakistan juga sama-sama baru merdeka dari penjajahan Inggris.

Sedikitnya 650 negara bagian bekas jajahan Inggris, yang dipimpin oleh pangeran raja, diizinkan memilih untuk bergabung dengan India, Pakistan, atau berdiri sendiri.

Pemimpin Kashmir saat itu yang beragama Hindu, Maharaja Hari Singh, cenderung menginginkan wilayahnya bergabung dengan India, padahal sebagian besar warganya merupakan Muslim.

Riwayat Konflik Pakistan dan India di Tanah KashmirAparat India dalam kerusuhan di Kashmir. (REUTERS/Cathal McNaughton)
Pakistan tak tinggal diam dan mencoba membujuk Hari Singh untuk bergabung dengan negaranya. Islamabad bahkan dikabarkan mengirim sejumlah kelompok suku Muslim ke Ibu Kota Kashmir, Srinagar.

Merasa terancam, Hari Singh meminta bantuan militer kepada pemerintah India. Dia bahkan menandatangani perjanjian aksesi dan menyerahkan Kashmir ke India pada 26 Oktober 1947.

Sejak itu, perang antara India dan Pakistan terus bergulir selama dua tahun.


1965

Dikutip AFP, Agresi kembali terjadi antara kedua negara di perbatasan Kashmir hingga kesepakatan gencatan senjata disetujui pada September 1965.

Perdana Menteri India saat itu, Lal Bhadur Shastri, dan Presiden Pakistan, M Ayub Khan, meneken Perjanjian Tashkent pada 1 Januari 1966 sebagai upaya mengakhiri pertikaian.

Hanya saja kematian Shastri dan kebangkitan junta militer di Pakistan yang dipimpin Jenderal Yahya Khan membuat perjanjian damai itu menghadapi kebuntuan.


1971

India dan Pakistan berperang lagi. Kali ini bukan karena perebutan Kashmir, tetapi aksi separatisme di kawasan timur Pakistan. Saat itu, India mendukung kaum nasionalis Bengali yang mencoba memerdekakan diri dari Pakistan dan membentuk negara Bangladesh. Angkatan udara India bahkan meluncurkan serangan bom ke wilayah Pakistan.


1984

Pasukan India merebut Gletser Siachen, wilayah terpencil dan tak berpenghuni di Karakoram Range yang juga diklaim Pakistan.

Sejak itu, konfrontasi antara kedua negara terus terjadi sampai gencatan senjata diteken pada 2003.

Riwayat Konflik Pakistan dan India di Tanah KashmirWarga Kashmir yang bentrok dengan aparat India. (REUTERS/Cathal McNaughton)


1999

Kelompok militan yang didukung Pakistan melintasi perbatasan Kashmir yang masih disengketakan India. Kelompok-kelompok itu juga merebut sejumlah pos-pos militer India di pegunungan Kargil.

Pasukan India memberangus para kelompok-kelompok itu. Konflik tersebut berlangsung selama 10 pekandan menelan sekitar 1.000 korban dari kedua belah pihak.


2016

India meluncurkan serangan yang disebutnya "serangan bedah" ke wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan sekitar bulan September. Serangan itu terjadi dua pekan setelah kelompok militan menyerang pangkalan militer India di wilayah Kashmir hingga menewaskan 19 tentara.

Pakistan membantah bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada November di bulan yang sama, tujuh tentara India dibunuh gerilyawan yang menyamar sebagai polisi. Kelompok militan tersebut menyerbu pangkalan militer utama di dekat perbatasan dengan Pakistan.


2019

Pada 14 Februari, serangan bom bunuh diri menghantam iring-iringan personel paramiliter India di Kashmir, dan menewaskan 40 orang.

India menyalahkan Pakistan atas serangan yang diklaim dilakukan kekompok militan Jaish-e-Mohammad (JeM) itu dan bersumpah akan melakukan serangan balasan.

Riwayat Konflik Pakistan dan India di Tanah KashmirSerangan bom bunuh diri di Kashmir pada 14 Februari 2019. (REUTERS/Younis Khaliq)

Pada Selasa (26/2) dini hari, India meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah Kashmir, termasuk kamp JeM. New Delhi mengklaim serangan itu menewaskan ratusan militan.

Pakistan berkeras tidak terlibat dalam serangan pada 14 Februari itu. Islamabad mengancam akan membalas setiap serangan yang diluncurkan India, termasuk serangan udara hari ini.

Islamabad menganggap India telah melanggar batas udaranya dengan meluncurkan serangan tersebut. (rds/ayp)