Iran Beredel Koran yang Beritakan Lawatan Assad ke Teheran

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 13:04 WIB
Iran Beredel Koran yang Beritakan Lawatan Assad ke Teheran Presiden Suriah, Bashar al-Assad. (REUTERS/SANA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran menutup kegiatan surat kabar beraliran reformis, Ghanoon, karena artikel terkait pertemuan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, di Teheran pada awal pekan ini.

"Harian Ghanoon telah menerima pemberitahuan dan publikasi mereka telah dihentikan karena berita utama mereka (di halaman depan) pada Selasa," bunyi laporan kantor berita pemerintah, ISNA, pada Rabu (27/2).
Perintah penutupan itu dikabarkan dikirim kepada manajemen surat kabar Ghanoon oleh pengadilan media dan budaya Teheran. Perintah tersebut tak mengatakan berapa lama penutupan akan terjadi.

Ditemani Presiden Hassan Rouhani, Khameni bertemu dengan Assad yang melakukan lawatan mendadak ke Teheran pada Senin (25/2). Lawatan itu yang pertama sejak perang sipil melanda Suriah pada 2011 lalu.


Kantor berita ISNA tidak merinci artikel pertemuan Assad dengan petinggi Iran. Namun situs mereka memberitakan lawatan itu dengan judul "Tamu Tak Diundang."

Sementara itu, Ghanoon menerbitkan foto Assad yang tengah berpelukan dengan Khamenei di laman depan surat kabarnya pada edisi kemarin.

Ini bukan yang pertama kalinya publikasi Ghanoon diprotes pemerintah. Dikutip AFP, Iran sempat dua kali memerintahkan Ghanoon menurunkan berita.
Dalam salah satu kasus, Ghanoon didesak menurunkan salah satu karikatur yang dirilisnya karena dianggap "menyinggung organisasi pemerintah."

Menurut laporan kantor berita Tasnim, publikasi Ghanoon yang mengungkap kondisi penjara Iran dengan judul "24 Damned Hours" juga sempat diprotes pemerintah.

Iran telah menjadi sekutu utama Assad. Beberapa jam setelah lawatan Assad berlangsung, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengumumkan pengunduran dirinya yang mengejutkan lewat Instagram.

Zarif memang sudah tak terlihat mendampingi Rouhani dan Khamenei ketika bertemu dengan Assad.

Hingga kini Zarif tak menjelaskan alasan terkait pengunduran dirinya. Kantor berita Entekhab mencoba menghubingi Zarif terkait hal itu.
Zarif menanggapinya dengan mengatakan, "setelah foto-foto pertemuan (Assad), Javad Zarif tidak lagi memiliki kredibilitas di dunia sebagai menlu!" (rds/ayp)