Sebanyak 18 Orang Terluka Akibat Granat di Kashmir

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 09:19 WIB
Sebanyak 18 Orang Terluka Akibat Granat di Kashmir Ilustrasi. Kashmir yang membatasi India dan Pakistan memanas sejak Februari lalu. (Reuters/Danish Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 18 orang terluka ketika granat meledak di salah satu halte bus yang terletak di Jammu dan Kashmir, sebuah negara bagian di utara India yang bergejolak dan berbatasan dengan Pakistan.

"Tampaknya granat itu di lemparkan dari luar (wilayah itu) hingga berguling di bawah bus dan menyebabkan sekitar 18 orang terluka," ucap pejabat kepolisian India, MK Sinha, kepada wartawan, Kamis (7/3).

Sementara itu, seorang perwira kepolisian lainnya mengatakan granat itu dilemparkan oleh orang tak dikenal dan meledak di bawah bus yang tengah berhenti di terminal utama.


"Bus itu akan berangkat ke kota Pathankot di Punjab," kata perwira tersebut kepada AFP.


Sejumlah veideo yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa orang yang ada diloksi kejadian terluka dan terbaring di tanah. Warga setempat yang ada di lokasi itu terlihat berupaya menolong para korban terluka.

Polisi menganggap ledakan granat itu bisa memicu ketegangan antara berbagai komunitas di Jammu.

Insiden ini terjadi ketika ketegangan antara India-Pakistan memanas sejak bom bunuh diri menerjang konvoi persole India di perbatasan Kashmir pada 14 Februari lalu.

New Delhi menyalahkan Islamabad atas insiden yang menewaskan sedikitnya 40 personel militernya itu.

Sejak itu, kedua negara saling menembak jatuh pesawat militer di Kashmir hingga memicu penangguhan penerbangan komersial lantaran alasan keamanan.

Pakistan juga sempat menahan dua pilot India akibat kejadian itu. Dikutip Reuters, keduanya dibebaskan Islamabad pada Jumat pekan lalu sebagai bentuk "gerakan perdamaian."

Meski begitu, kedua negara masih terlibat bentrokan militer di perbatasan Kashmir, wilayah di utara India dan Pakistan yang telah puluhan tahun menjadi sengketa.


Sementara itu, sama seperti Kashmir, Jammu merupakan daerah di wilayah Pegunungan Himalaya yang juga menjadi sengketa India dan Pakistan.

Wilayah itu dibagi menjadi dua bagian yakni yang dikontrol India dan Pakistan. Sebagian besar penduduk di Jammu merupakan pemeluk agama Hindu.

Sejumlah serangan dan insiden militan pernah terjadi di Jammu. Sebagian besar serangan itu menargetkan situs-situs militer India.

Salah satu insiden terbesar yang pernah terjadi di Jammu adalah serangan kelompok militan asal Pakistan, Jaish-e-Mohammed (JeM) terhadap pangkalan militer Sunjuwan pada Februari 2018 lalu.

Serangan itu menewaskan 11 orang, termasuk enam personel India dan empat pelaku.

[Gambas:Video CNN] (rds/stu)