Pentagon Diminta Tampung 5.000 Anak Imigran Tak Berpendamping

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 12:38 WIB
Pentagon Diminta Tampung 5.000 Anak Imigran Tak Berpendamping Ilustrasi imigran anak. (Reuters/Adrees Latif)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (DoD) diminta mempersiapkan penampungan untuk sekitar 5.000 anak imigran tak berpendamping di tengah "krisis" yang meningkat di perbatasan dengan Meksiko.

Juru bicara Pentagon, Jamie Davis, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) "meminta bantuan DoD untuk menyiapkan tempat bagi sekitar 5.000 anak imigran ilegal di fasilitas milik Kementerian Pertahanan, jika diperlukan, hingga 30 September 2019."

"Kementerian Pertahanan akan bekerja sama dengan dinas militer untuk mencari lokasi potensial dan akan bekerja dengan HHS untuk menilai kelayakan fasilitas atau lahan Pentagon sebagai penampungan sementara bagi anak-anak imigran yang tidak berpendamping," katanya.


Permintaan ini disampaikan di tengah lonjakan jumlah imigran yang melintasi perbatasan AS dari Meksiko secara ilegal. Kebanyakan dari mereka melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di Amerika Tengah dan meminta suaka di AS.
Menurut Badan Be Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), jumlah anak di bawah umur yang tertangkap akibat memasuki negara secara ilegal meningkat pada Februari, mencapai 6.825.

Angka ini melesat jauh dibanding bulan sebelumnya yang berjumlah 5.119 dan 4.968 pada Oktober tahun lalu.

CBP menyerahkan anak-anak ke Pusat Penempatan Pengungsi HHS. Mereka kemudian berupaya menempatkan anak-anak itu dengan kerabat atau keluarga lain di AS sementara permintaan mereka untuk tetap di negara itu diproses.

[Gambas:Video CNN]

Tahun lalu, Pusat Penempatan Pengungsi sempat menerima hingga lebih dari 15.000 anak dalam satu waktu.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kirstjen Nielsen, memperkirakan jumlah imigran ilegal akan bertambah dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, Nielsen mengatakan bahwa dalam banyak kasus, anak-anak itu digunakan sebagai "pion" untuk masuk ke AS. Mereka bahkan "digunakan" oleh gembong narkoba untuk membantu beberapa kelompok melintasi perbatasan dan memperoleh posisi kuat di AS.

Nielsen mengaku bersimpati dengan para imigran, tapi bersikeras, seperti yang secara resmi dinyatakan Presiden Donald Trump bulan lalu, bahwa "Ini darurat." (syf/has)