Mustafa Bali, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat, mengonfirmasi bahwa bayi bernama Jarrah itu meninggal di kamp penampungan mereka.
Begum sudah sempat melahirkan dua anak, tapi keduanya juga meninggal, layaknya anaknya yang ketiga ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama berada di kamp tersebut, Begum berulang kali mengatakan bahwa ia ingin pulang ke Inggris. Namun, pemerintah Inggris mencabut kewarganegaraannya.
[Gambas:Video CNN]
Setelah mendapatkan kabar mengenai kematian anak ketiga Begum ini, pemerintah Inggris tak mengubah keputusannya.
"Kematian anak manapun merupakan peristiwa tragis dan sangat menekan keluarganya," demikian pernyataan juru bicara pemerintahan Inggris.
"Kementerian Luar Negeri terus mengingatkan untuk tidak bepergian ke Suriah sejak April 2011. Pemerintah akan terus melakukan apa pun untuk mencegah warga terjerumus ke dalam terorisme dan bepergian ke zone konflik berbahaya." (has)