Bayi Remaja Inggris yang Gabung ISIS Meninggal Dunia

CNN Indonesia | Sabtu, 09/03/2019 15:11 WIB
Bayi Remaja Inggris yang Gabung ISIS Meninggal Dunia Ilustrasi. (christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bayi dari remaja Inggris yang kabur dari London untuk bergabung dengan ISIS di Suriah, Shamima Begum, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (8/3).

Mustafa Bali, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat, mengonfirmasi bahwa bayi bernama Jarrah itu meninggal di kamp penampungan mereka.
Kabur dari Inggris di usia 15 tahun, Begum kemudian menikahi seorang militan ISIS, Yago Riedijk.

Begum sudah sempat melahirkan dua anak, tapi keduanya juga meninggal, layaknya anaknya yang ketiga ini.


Ketika ISIS mulai terdesak akibat gempuran besar-besaran koalisi pimpinan AS, Riedijk menyerahkan diri ke SDF. Militan asing asal Belanda itu kemudian ditampung di kamp penahanan di Suriah.

Selama berada di kamp tersebut, Begum berulang kali mengatakan bahwa ia ingin pulang ke Inggris. Namun, pemerintah Inggris mencabut kewarganegaraannya.

[Gambas:Video CNN]

Setelah mendapatkan kabar mengenai kematian anak ketiga Begum ini, pemerintah Inggris tak mengubah keputusannya.

"Kematian anak manapun merupakan peristiwa tragis dan sangat menekan keluarganya," demikian pernyataan juru bicara pemerintahan Inggris.

"Kementerian Luar Negeri terus mengingatkan untuk tidak bepergian ke Suriah sejak April 2011. Pemerintah akan terus melakukan apa pun untuk mencegah warga terjerumus ke dalam terorisme dan bepergian ke zone konflik berbahaya." (has/has)