Warga Yunani Mujur Tak Jadi Korban Ethiopian Airlines

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 14:53 WIB
Warga Yunani Mujur Tak Jadi Korban Ethiopian Airlines Proses evakuasi kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines. (REUTERS/Maheder Haileselassie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di samping kejadian tragis kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines, ternyata ada kisah dari seorang lelaki asal Yunani, Antonis Mavropoulos, yang nyaris turut menjadi korban. Dia justru mujur lantaran terlambat datang dan batal terbang dengan pesawat nahas itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (11/3), Mavropoulos yang merupakan pemimpin lembaga swadaya masyarakat Asosiasi Sampah Padat Dunia menyatakan hendak pergi ke Nairobi, Kenya, untuk mengikuti Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia memilih menggunakan pesawat Ethiopian Airlines untuk menuju ke sana.

Pada Minggu (10/3) pekan lalu, Mavropoulos seharusnya menumpang pesawat yang jatuh itu. Namun, dia terlambat dua menit setelah garbarata ditutup.


"Saya sempat marah karena tidak ada yang membantu saya untuk tiba di gerbang keberangkatan tepat waktu," kata Mavropoulos.
Alhasil, Mavropoulos membeli tiket untuk penerbangan lainnya. Ketika hendak berangkat, dia dicegah oleh staf maskapai.

"Mereka membawa saya ke kantor kepolisian bandara. Mereka meminta saya tidak perlu marah dan lebih baik berdoa karena saya satu-satunya calon penumpang yang tidak ada dalam penerbangan ET 302 yang jatuh," kata Mavropoulos.

Mavropoulos menyatakan polisi menanyainya karena dia satu-satunya penumpang yang batal terbang dengan pesawat itu.

"Mereka tidak membolehkan saya pergi sebelum memeriksa identitas saya, itu alasan mengapa saya tidak bisa naik penerbangan selanjutnya," kata Mavropoulos.

Pesawat Boeing 737-8 MAX milik Ethiopian Airlines jatuh tak jauh dari di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat hendak menuju Nairobi, Kenya.

[Gambas:Video CNN]

Tipe pesawat yang jatuh di Ethiopia sama dengan yang disewa oleh maskapai Lion Air dengan kode penerbangan PK-LQP. Burung besi itu jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 silam.

Pesawat itu mengangkut 149 penumpang dari 32 negara dan delapan awak. Seluruhnya dipastikan tewas dalam kecelakaan itu.

Sebanyak 32 korban berkewarganegaraan Kenya, 18 Kanada, sembilan Etiopia, delapan Italia, delapan China, delapan Amerika Serikat, tujuh Inggris, tujuh Perancis, enam Mesir, lima Belanda, empat India, empat Slovakia, tiga Austria, tiga Swedia, tiga Rusia, dua Maroko, dua Spanyol, dua Polandia, dan dua Israel.

Sementara masing-masing satu korban berasal dari Indonesia, Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.
Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari Bandara Bole, Addis Ababa, pada pukul 08.38 pagi waktu setempat. (ayp/ayp)