AS Pastikan Tak Akan Larang Boeing 737 MAX 8

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 06:30 WIB
AS Pastikan Tak Akan Larang Boeing 737 MAX 8 Ilustrasi. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat memastikan tidak akan melarang pengoperasian Boeing 737 MAX meski didesak berbagai pihak karena pesawat jenis tersebut terlibat dua kecelakaan mematikan dalam lima bulan belakangan.

"Sejauh ini, hasil pemeriksaan kami tak menunjukkan masalah performa yang sistematik dan tak ada dasar untuk melarang pesawat itu," ujar kepala Badan Aviasi Federal AS (FAA), Daniel Elwell, dalam pernyataan yang dikutip AFP.
Melanjutkan pernyataannya, Elwell berkata, "Tak ada pula otoritas penerbangan sipil lain yang memberikan data yang menunjukkan kami harus mengambil tindakan."

Pernyataan ini dirilis di tengah desakan dari sejumlah pihak di dalam negeri agar AS melarang sementara pengoperasian Boeing 737 MAX 8 setelah pesawat jenis tersebut terlibat dalam dua kecelakaan dalam kurun waktu berdekatan.


Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.
Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa.

Sejumlah negara pun langsung melarang penggunaan pesawat jenis tersebut, mulai dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Australia, China, hingga Inggris.

[Gambas:Video CNN]

Anggota Senat dari Partai Republik, Ted Cruz, pun mendesak AS untuk melarang sementara penggunaan pesawat jenis tersebut "hingga FAA mengonfirmasi keamanan pesawat tersebut bagi penumpangnya."

"Penyelidikan lebih jauh akan menunjukkan masalah tak terletak pada sisi mekanik pesawat, tapi sampai hal itu terjadi, prioritas utama kita seharusnya adalah keamanan penerbangan publik," kata Cruz.

Di tengah desakan ini, CEO Boeing, Dennis Muilenburg, dilaporkan memastikan kembali kepada Presiden Donald Trump bahwa pesawat tersebut aman untuk digunakan. (has/has)