WNI Disandera Kelompok Bersenjata di Yaman Sudah Bebas

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 14:08 WIB
WNI Disandera Kelompok Bersenjata di Yaman Sudah Bebas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan seorang warga Indonesia berhasil dibebaskan pada Rabu (13/3), setelah disandera kelompok bersenjata di Yaman sejak November 2018 lalu.

"Semalam, kami berhasil bebaskan satu WNI dan kembalikan pulang WNI tersebut yang sempat ditangkap kelompok bersenjata di Yaman sejak November 2018," ucap Retno dalam pernyataan persnya setelah bertemu dengan Menlu, Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah, di Jakarta, Kamis (14/3).
Meski begitu Retno tak menjelaskan lebih rinci identitas WNI yang disandera itu. Dia juga tidak memberikan penjelasan spesifik mengenai kronologi penculikan dan pelakunya.

Retno hanya mengatakan pembebasan WNI dibantu oleh pemerintah Oman.


Menurut Retno, pemerintah Oman telah banyak membantu proses evakuasi WNI dari wilayah konflik, terutama yang berada di Yaman, saat perang meletup di negara itu pada 2014 lalu.
Sejak konflik pecah di Yaman, pemerintah mengevakuasi seluruh WNI dari negara itu. Puncaknya terjadi pada 30 Maret 2015 hingga 21 April 2015. Pemerintah bahkan mengirim tim khusus untuk mengevakuasi WNI secara intensif.

Berdasarkan data Kemlu RI, total ada 1.925 WNI dan 173 warga asing negara sahabat berhasil dievakuasi lewat jalur darat, laut dan udara.

Sejak itu, pemerintah Indonesia telah melarang WNI masuk ke Yaman.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Oman yang selama ini kerap dijadikan jalur untuk masuk ke Yaman, mengeluarkan larangan melintasi perbatasan. Larangan itu diberlakukan pemerintah setempat untuk mencegah kelompok pemberontak Houthi, maupun mereka yang merupakan jejaring kelompok teroris Al Qaidah masuk ke Yaman. (rds/ayp)