Pelaku Penembakan Masjid Klaim Direstui Teroris Norwegia

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 19:08 WIB
Pelaku Penembakan Masjid Klaim Direstui Teroris Norwegia Terjadi penembakan di dua masjid di kota Christchruch di Selandia Baru pada Jumat (15/3). (AP Photo/Mark Baker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Brenton Tarrant, pria asal Australia yang menjadi salah satu tersangka penembakan di masjid kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) mengaku terinspirasi Anders Breivik, pelaku aksi teror di Norwegia pada 2011 silam.

Tarrant menuliskan hal ini pada manifesto setebal 74 halaman yang dibagikan lewat sebuah tautan di akun Twitter yang kini telah dihapus.

Tarrant yang diyakini berasal dari kota Grafton di New South Wales, Australia, menamai manifestonya "The Great Replacement".


Pada manifesto itu, seperti diberitakan The Guardian, ia mengklaim sempat menghubungi Breivik dan Breivik memberikan "restu" untuk aksi teror Tarrant.

Breivik adalah teroris Norwegia yang merencanakan penyerangan di Oslo pada 2011 silam. Ia meledakkan bom pada sebuah mobil van yang menewaskan delapan orang dan kemudian menyerang kamp pemuda yang berkaitan dengan Partai Buruh Norwedia di Pulau Utoya.

Akibat rangkaian serangan Breivik, 77 orang tewas, dengan mayoritas korban masih berusia remaja.

Pada hari ketika ia melakukan pembunuhan massal itu, Breivik juga mendistribusikan tulisan berjudul 2083: A European Declaration of Independence, yang berisikan ideologinya. Ia menyatakan menentang Islam dan menyalahkan feminisme atas "kultur bunuh diri" yang melanda Eropa. Breivik juga menyerukan untuk mendeportasi pemeluk agama Islam dari Eropa.

Breivik menyebut ia melakukan aksi teror untuk mendapatkan sorotan atas ideologinya.

Selain terinspirasi Breivik, Tarrant juga mengasosiasikan dirinya dengan Oswald Mosley, politisi Inggris yang menjadi pemimpin gerakan fasis di Inggris.

Dalam laman Facebook yang diyakini milik Tarrant, terdapat beberapa unggahan video dari Youtube yang berisikan pidato Mosley.

Tarrant juga dalam manifestonya mengaku merencanakan penyerangan selama dua tahun terakhir.

Ia memilih Selandia Baru karena ia mengirimkan pesan bahwa "tidak ada tempat aman di dunia ini."

Tarrant sendiri merupakan satu dari empat tersangka --tiga pria dan seorang wanita-- yang telah ditahan kepolisian Selandia Baru atas penyerangan dua masjid. Aksi teror pada Jumat (15/3) itu menewaskan 49 orang.

Diperkirakan 41 tewas di masjid Al-Noor, tujuh di masjid Linwood Islamic Center, dan satu korban lainnya tewas di rumah sakit.
(vws)