Jasad Korban Selandia Baru Mulai Dikembalikan ke Keluarga

CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 12:52 WIB
Jasad Korban Selandia Baru Mulai Dikembalikan ke Keluarga PM Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut jasad korban penembakan akan dikembalikan ke keluarga masing-masing secara bertahap mulai Minggu (17/3) malam. (REUTERS/Jorge Silva).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan korban meninggal dalam penembakan di dua masjid di Kota Christchurch akan dikembalikan kepada pihak keluarga. Jasad 50 korban penembakan itu rencananya diserahkan mulai malam nanti.

"Akan tetapi baru dalam sejumlah kecil terlebih dahulu," ujarnya kepada media, dikutip dari Reuters, Minggu (17/3).

Artinya, korban akan diserahkan secara bertahap mulai Minggu malam hingga Rabu (20/3). Penyerahan korban kepada pihak keluarga tertunda lantaran polisi masih melakukan penyelidikan.


Pemerintah Selandia Baru juga akan menanggung dan mempersiapkan semua pemakaman korban penembakan, termasuk korban dari Indonesia.

"Pemerintah Selandia Baru akan membantu dan menanggung pemakaman korban, jadi tidak perlu khawatir," kata Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.

Penembakan di Selandia Baru terjadi di dua masjid, yakni Masjid Linwood dan Masjid Al Noor. Peristiwa ini berlangsung saat jemaah hendak menggelar salat Jumat. Peristiwa ini sempat tayang secara online di live streaming Facebook.


Kepolisian Selandia Baru menyatakan saat ini jumlah korban meninggal mencapai 50 orang. Korban luka juga berjumlah 50 orang.
Diskusi dengan Facebook

Sementara itu, Pemerintah Selandia Baru menyatakan telah dihubungi oleh Chief Operation Facebook Sheryl Sandberg melalui telepon. Perdana Menteri Andern mengatakan ia akan berbicara secara langsung dengan Facebook.

"Saya belum berbicara dengannya secara langsung, tetapi dia sudah menghubungi. Ini adalah masalah yang saya ingin diskusikan langsung dengan Facebook," imbuh Ardern, dikutip dari CNN.com.


Facebook menyatakan bahwa mereka telah menghapus 1,5 juta video serangan itu dalam kurun waktu 24 jam usai kejadian. Mereka juga menghapus semua versi yang diedit, bahkan yang tanpa konten grafis.

Selain masalah Facebook, Ardern juga menyoroti kontrol senjata di Selandia Baru. Pelaku penembakan itu, Brenton Tarrant adalah pemilik senjata berlisensi yang diduga menggunakan lima senjata, termasuk dua senjata semi-otomatis dan dua senapan yang sudah dimodifikasi.

"Saya dapat memberi tahu Anda satu hal saat ini, Undang-undang senjata kami akan berubah," ucap Ardern.


Diperkirakan ada 1,5 juta senjata api yang beredar bebas di Selandia Baru dengan populasi hanya 5 juta penduduk.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/bir)