Halau Teroris Christchurch, Warga Pakistan Diberi Penghargaan

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 00:33 WIB
Halau Teroris Christchurch, Warga Pakistan Diberi Penghargaan PM Pakistan, Imran Khan, akan memberikan penghargaan bagi warganya yang tewas saat berupaya mengadang pelaku penembakan di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru. (AFP Photo/Aamir Qureshi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pakistan akan memberikan penghargaan bagi Mian Naeem Rashid, warganya yang meninggal dunia karena berupaya mengadang pelaku penembakan di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru, pekan lalu.

"Pakistan bangga dengan Mian Naeem Rashid yang mati sebagai martir ketika mencoba menghalau teroris supremasi kulit putih dan atas keberaniannya yang akan diakui melalui penghargaan nasional," kata Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, melalui Twitter.




Rashid menjadi perhatian internasional setelah wajahnya terlihat dalam rekaman video penembakan yang disiarkan langsung oleh sang pelaku, Brenton Tarrant, melalui Facebook Live.

Ia dan putranya sedang bersiap menunaikan ibadah salat Jumat ketika Tarrant tiba-tiba masuk ke dalam masjid. Bersenjata senapan semi-otomatis, Tarrant melepaskan tembakan membabi buta.
Dalam video itu, Rashid terlihat sempat berupaya mengadang Tarrant di depan masjid meski akhirnya ditembak hingga terkapar tewas.

"Saudara saya adalah pria pemberani yang meninggal untuk menyelamatkan orang lain. Kematiannya menunjukkan kepeduliannya terhadap kemanusiaan," ujar saudara Rashid, Khurshid Alam, kepada Washington Post.

Menurut Alam, Rashid pindah ke Selandia Baru satu dekade lalu. Sebelum meninggal dunia, Rashid sedang sibuk mempersiapkan pernikahan putranya yang juga tewas, Talha.

"Beberapa hari lalu, kami bicara dengan Naeem soal cara keluarga kami ke Pakistan untuk pernikahan Talha. Sekarang, kami bicara soal kematiannya dan upacara pemakamannya," tutur Alam.
Secara keseluruhan, 10 warga Pakistan tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch yang dilancarkan oleh warga Australia, Brenton Tarrant, pada Jumat pekan lalu.

Selain Pakistan, penembakan yang merenggut total 50 nyawa itu juga menewaskan sejumlah warga negara lain. Satu WNI atas nama Lilik Abdul Hamid juga tewas dalam serangan tersebut.

Saat penembakan, Lilik dan lima WNI lainnya sedang berada di Masjid Al Noor. Lima WNI sudah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington, sementara Lilik tak bisa dihubungi.

[Gambas:Video CNN]

Setelah mendapatkan konfirmasi kematian Lilik, Kementerian Luar Negeri langsung menerbangkan keluarga WNI itu ke Selandia Baru.

Selain Lilik, dua WNI lainnya yang sedang berada di Masjid Linwood juga menjadi korban. Ayah dan anaknya itu menderita luka tembak, tapi sudah berangsur pulih.

Presiden Joko Widodo pun mengecam teror di Christchurch tersebut dan meminta WNI yang berada di Selandia Baru untuk waspada.

"Indonesia sangat mengecam keras aksi kekerasan seperti ini. Saya juga menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban yang ada dari aksi tersebut," kata Jokowi. (has/has)