Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Dikebumikan Bertahap

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 07:04 WIB
Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Dikebumikan Bertahap Ilustrasi suasana selepas teror penembakan di Selandia Baru. (AP Photo/Mark Baker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Selandia Baru pada Selasa (19/3) malam waktu setempat memulangkan 21 jenazah korban teror di dua masjid di Kota Christchurch. Setelah diserahkan kepada keluarga, sebagian jasad akan dikebumikan hari ini di taman pemakaman khusus Muslim di kota itu secara bertahap.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (20/3), sejumlah kerabat korban berkumpul di taman pemakaman Christchurch menunggu kedatangan jenazah. Sebelum dikebumikan, jenazah itu akan dimandikan, dikafani, kemudian disalatkan.

Juru Bicara Dewan Kota Christchurch, Jocelyn Ritchie, membenarkan proses pemakaman sejumlah korban teror dimulai pada pagi hari ini. Namun, dia tidak mengetahui identitas jenazah.


Menurut Jocelyn, mereka mempersiapkan blok pemakaman khusus Muslim selama empat hari selepas kejadian pada 15 Maret lalu. Namun, tidak seluruh jasad korban akan dimakamkan di Christchurch karena sebagian keluarga memilih memulangkannya ke negara asal.

[Gambas:Video CNN]

Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, menyatakan tim forensik saat ini baru menyelesaikan autopsi terhadap 21 jenazah korban penembakan. Sedangkan sisanya masih berada di ruang pendingin.

Bush menyatakan mereka bisa memahami mereka harus segera menyelesaikan autopsi untuk menghormati ketentuan dalam agama Islam terkait pengurusan jenazah. Sebab, dalam Islam sebuah jasad harus dimakamkan paling lama 24 jam sejak yang bersangkutan meninggal.

Jumlah korban meninggal dalam kejadian itu mencapai 50 orang. Sedangkan korban luka tercatat juga 50 orang.

Sekitar 30 korban luka akibat kejadian itu masih dirawat di rumah sakit Christchurch. Sembilan di antaranya dalam kondisi kritis. Sedangkan seorang anak berusia empat tahun diterbangkan ke Auckland karena kondisinya kritis dan membutuhkan perawatan intensif.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan pelaku, Brenton Tarrant (28), bakal dihukum berat sesuai aturan di negara itu. Dia berjanji akan memberi keadilan bagi keluarga korban.
"Keluarga korban akan mendapat keadilan," kata Ardern.

Aksi teror yang dilakukan Tarrant terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret. Yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Dia menggunakan senapan serbu AR-15 dalam aksinya. Tarrant merekam perbuatannya dan disiarkan langsung melalui akun Facebook-nya.

Insiden terjadi ketika umat Islam setempat sedang bersiap untuk melaksanakan salat Jumat. Jumlah korban meninggal akibat peristiwa itu mencapai 50 orang.

Korban luka dalam kejadian itu juga mencapai 50 orang. Salah satu korban meninggal adalah warga Indonesia, mendiang Lilik Abdul Hamid.

Sedangkan WNI yang menjadi korban luka adalah Zulfirmansyah dan anaknya.

Setelah peristiwa itu terjadi, kepolisian Selandia Baru menangkap empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan seorang perempuan. Namun, baru Tarrant yang didakwa delik pembunuhan dan disidangkan.
Tarrant menyatakan tidak mengajukan keberatan atas seluruh dakwaan. Persidangan lelaki Australia itu bakal dilanjutkan pada 5 April mendatang, dan kemungkinan besar dia bakal menghadapi dakwaan berlapis.

Aparat Selandia Baru menerapkan kebijakan menempatkan anggota di seluruh masjid di sana saat waktu salat dan tetap siaga setelahnya. Mereka menggandeng Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat, dan Kepolisian Federal Australia (AFP) dalam menyelidiki insiden itu. (ayp/ayp)