Wakil PM Selandia Baru Janji Bantu Keluarga WNI Korban Teror

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 11:32 WIB
Wakil PM Selandia Baru Janji Bantu Keluarga WNI Korban Teror Wakil PM Selandia Baru, Winston Peters, dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters, menyatakan siap membantu keluarga tiga warga Indonesia yang turut menjadi korban teror penembakan di dua masjid Kota Christchurch pada pekan lalu.

Peters juga turut menyampaikan duka cita langsung kepada Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), karena seorang WNI, Lilik Abdul Hamid, meninggal dalam insiden tersebut.

"Terkait kejadian baru-baru ini, kami ingin menyampaikan langsung duka cita kepada Indonesia terutama keluarga pak Lilik dan dua WNI lainnya yang terluka akibat insiden dan masih berada di rumah sakit saat ini," ucap Peters usai bertemu JK di sela-sela High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (20/3).


Peters mengatakan Selandia baru "berupaya mengerahkan seluruh kemampuan dan cara untuk mendukung keluarga korban."
Peters juga memastikan otoritas Selandia Baru akan mengembalikan seluruh jenazah korban kepada keluarga, dan memakamkan mereka dengan layak dalam waktu dekat.

"Juga akan ada acara tribute bagi para korban tewas dan terluka sekitar pekan depan setelah kami memastikan seluruh jenazah dikembalikan kepada keluarga," kata Peters.

Dalam kesempatan itu, Peters juga mengungkapkan apresiasi Selandia Baru terhadap dukungan Indonesia terkait penanganan insiden Christchurch.

"Indonesia telah memberi dukungan kepada kami di situasi yang sangat, sangat sulit seperti ini, ketika dua masjid diserang oleh orang yang bukan merupakan warga Selandia Baru pada 15 Maret lalu," ujar Peters.

[Gambas:Video CNN]

Peters juga menyambut baik wacana penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru terkait penanggulangan terorisme pasca penembakan Christchurch.

"Saya sangat setuju (terkait rencana itu)," katanya.

Sementara itu, JK juga menyampaikan turut berduka cita kepada Peters atas penembakan massal yang terjadi di Christchurch.

"Disamping itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Selandia Baru karena otoritas keamanan di sana sangat cepat menanggulangi insiden penembakan dan melakukan penangkapan tersangka," kata JK yang berdiri di samping Peters.

Aksi teror yang dilakukan seorang warga Australia, Brenton Tarrant, terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret 2019. Yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood.

Insiden terjadi ketika umat Islam setempat sedang bersiap untuk melaksanakan salat Jumat. Jumlah korban meninggal akibat peristiwa itu mencapai 50 orang.
Korban luka dalam kejadian itu juga mencapai 50 orang. WNI yang menjadi korban luka adalah Zulfirmansyah dan anaknya.

Setelah peristiwa itu terjadi, kepolisian Selandia Baru menangkap empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan seorang perempuan. Namun, baru Tarrant yang dijerat dengan dakwaan pembunuhan dan disidangkan. (rds/ayp)