Tentara India Tembak Mati Tiga Rekannya di Kashmir

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 20:02 WIB
Tentara India Tembak Mati Tiga Rekannya di Kashmir Ilustrasi tentara India di Kashmir. (AP Photo/Mukhtar Khan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota paramiliter India menembak mati tiga rekannya di wilayah Kashmir yang dikontrol negara itu, Kamis (21/3).

Kepolisian menyatakan seorang anggota Central Reserve Police Force (CRPF) menembak kedua temannya menggunakan senjata dinas di kamp Udhampur, sekitar 200 kilometer dari selatan Kota Srinagar.

"Dia (pelaku) lalu menembak dirinya sendiri dan sekarang tengah berada dalam kondisi kritis," kata seorang pejabat kepolisian di wilayah Jammu Kashmir, MK Sinha, kepada AFP.


Sinha mengatakan bahwa pelaku kemungkinan berada di bawah pengaruh obat-obatan.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Koalisi Masyakat Sipil Jamu Kashmir (JKCCS) melaporkan sedikitnya 20 tentara India bunuh diri pada 2018 lalu, terbanyak dalam satu dekade terakhir.

Sejak 2004, ada 80 insiden "pembunuhan saudara" dan 323 kasus bunuh diri yang dilakukan personel militer di Kashmir.

Sejumlah ahli mengatakan hal itu terjadi karena faktor stres, jam tugas yang berlebihan, hari libur sedikit, dan masalah domestik. 
Pengamat mendorong aparat berwenang memulai inisiatif yang bisa mencegah para prajurit merasa tertekan, seperti kegiatan olahraga dan yoga.

Secara terpisah di hari yang sama, seorang tentara tewas ketika militer India-Pakistan terlibat baku tembak di perbatasan kedua negara di Kashmir.

Baku tembak itu merupakan yang terbaru sejak kedua negara terlibat bentrokan militer di wilayah sengketa itu pada Februari lalu.

Bentrokan militer antara Pakistan dan India terus memanas sejak bom bunuh diri menerjang konvoi personel India di wilayah Kashmir pada 14 Februari lalu. 

[Gambas:Video CNN]

New Delhi menyalahkan Islamabad atas insiden yang menewaskan sedikitnya 40 personel militernya itu.

Sejak itu, kedua negara saling menembak jatuh pesawat militer di Kashmir hingga sempat memicu penangguhan penerbangan komersial lantaran alasan keamanan.

Pakistan juga sempat menahan dua pilot India akibat kejadian itu. Keduanya dibebaskan Islamabad sebagai bentuk "gerakan perdamaian." (rds/has)