Uni Eropa Setuju Penundaan Brexit

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 10:09 WIB
Uni Eropa Setuju Penundaan Brexit Ilustrasi bendera Uni Eropa dan Inggris. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Eropa menyetujui permintaan Inggris yang meminta penundaan penetapan pengunduran diri dari organisasi itu (Brexit). Hal ini memberi harapan baru bagi Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk kembali mengajukan usulan soal persyaratan Brexit kepada parlemen, supaya mereka tidak hengkang dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan antara May dan pimpinan Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada Kamis (21/3) kemarin. Perundingan itu dilaporkan sempat tegang karena May gagal meyakinkan para pemimpin Uni Eropa bisa meloloskan usulan rancangan undang-undang Brexit pada pekan depan, untuk menghindari keluar tanpa kesepakatan pada 29 Maret mendatang.

Uni Eropa juga menolak proposal Brexit yang diajukan May, dan memilih menerapkan persyaratan yang mereka susun. Dalam persyaratan itu, jika Dewan Rakyat Inggris meloloskan proposal Brexit, maka negara itu akan meninggalkan Uni Eropa pada 22 Mei.


Akan tetapi, jika May gagal lagi meloloskan proposal Brexit, maka Inggris akan diberi penundaan Brexit tanpa syarat hingga 12 April untuk mengajukan proposal baru.
Jika hal kedua yang terjadi, maka Inggris wajib ikut serta dalam pemilihan Parlemen Eropa pada Mei mendatang. Hal ini membuka kesempatan Brexit akan diundur hingga beberapa bulan selanjutnya.

"Ini artinya hingga tanggal yang sudah ditentukan, seluruh pilihan masih tersedia dan keputusan sepihak akan ditunda. Pemerintah Inggris harus memilih apakah akan keluar dengan kesepakatan, menunda Brexit agak lama, atau mengikuti Pasal 50," kata Presiden Majelis Eropa, Donald Tusk, seperti dilansir CNN, Jumat (22/3).

May mulanya berharap mengajukan penundaan Brexit hingga 30 Juni. Namun, dia menyatakan berterima kasih dengan keputusan Uni Eropa soal Brexit.

"Kami akan mengerahkan segala upaya untuk memastikan kami sanggup meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan dan mengembangkan negara kami," kata May.
Kini May harus kembali ke Inggris dan meyakinkan anggota legislatif di parlemen untuk meloloskan proposal Brexit untuk ketiga kalinya. Sebab, dia sudah kalah dua kali saat pemungutan suara di parlemen. (ayp/ayp)