Tabrakan Bus di Ghana, 60 Orang Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 20:40 WIB
Tabrakan Bus di Ghana, 60 Orang Tewas Ilustrasi. (Andhika Akbarayansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 60 orang tewas akibat kecelakaan bus di daerah Bono Timur, Ghana, pada Jumat (22/3) dini hari.

Komandan Kepolisian Ghana, Joseph Antwi Gwayu, mengatakan bahwa tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 2.00 waktu setempat di lokasi yang terletak sekitar 430 kilometer dari ibu kota, Accra.

"Kedua kendaraan berjalan dari arah berbeda ketika tabrakan terjadi. Setidaknya 60 orang dinyatakan tewas dan satu bus terbakar," ujar Gwayu kepada AFP.


Gwayu mengatakan bahwa bus itu masing-masing membawa sekitar 50 penumpang. Salah satu bus terbakar sehingga korban sulit diidentifikasi.
Seorang dokter di Rumah Sakit Pemerintah Kintampo, Kwame Arhin, mengatakan bahwa 28 orang dirawat karena luka di bagian kepala dan patah tulang.

"Tujuh dari 28 penumpang yang dilarikan ke sini dalam keadaan kritis," katanya.

Hingga kini, aparat setempat masih menyelidiki penyebab tabrakan. Namun, sejumlah media lokal melaporkan bahwa kecelakaan ini terjadi karena sopir salah satu bus kehilangan kendali karena tertidur.
"Beberapa orang yang selamat mengatakan kepada kami bahwa sopirnya mengantuk saat menjelang malam hingga mereka meminta sopir beristirahat, tapi dia menolak," ujar komandan pasukan penyelamat," Ankomah Twene, kepada stasiun televisi lokal, TV3.

Kecelakaan di jalan raya Ghana memang biasa terjadi karena kekurangan perawatan jalan, aturan lalu lintas yang usang, dan kendaraan tak memadai.

Menurut data Direktorat Lalu Lintas dan Transportasi Bermotor Ghana, rata-rata enam orang meninggal setiap hari karena kecelakaan lalu lintas. (has/has)