Sejumlah Politikus Masuk Bursa Pengganti PM Theresa May

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 11:58 WIB
Sejumlah Politikus Masuk Bursa Pengganti PM Theresa May Perdana Menteri Inggris, Theresa May. (REUTERS/Simon Dawson/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan siap mengundurkan diri jika parlemen mau menyetujui usulan kesepakatannya soal Brexit. Beberapa sosok politikus digadang-gadang siap menggantikan tampuk kepemimpinan di Inggris jika May memang memutuskan meletakkan jabatannya.

Seperti dilansir The Guardian, Kamis (28/3), setidaknya ada delapan sosok politikus Inggris yang disebut-sebut sebagai kandidat pengganti May.
Yang paling diunggulkan adalah Boris Johnson. Mantan menteri luar negeri Inggris itu adalah salah satu pendukung utama Brexit. Sebelum May menyatakan akan mundur, Johnson sudah tiga kali menemuinya pekan lalu.

Kandidat kedua adalah mantan Menteri Urusan Brexit, Dominic Raab. Dia disebut menjadi lawan terkuat Johnson yang juga sama-sama pendukung garis keras Brexit tanpa kesepakatan. Raab bahkan sudah memulai kampanye di media sosial dengan tagar #ReadyforRaab.


Jeremy Hunt yang merupakan pengganti Johnson sebagai menteri luar negeri juga masuk dalam bursa kandidat perdana menteri untuk menggantikan May. Anggota Partai Konservatif itu kerap mencuri momen untuk menggenjot pamor politiknya.

Hunt pada 2016 adalah penentang Brexit (remainer). Namun, sejak jajak pendapat, dia justru beralih menjadi pendukung Brexit (leaver).
Menteri Dalam Negeri, Sajid Javid, juga mencuri perhatian dalam bursa calon pengganti May. Anak dari pendatang itu menjadi bankir jutawan sebelum masuk dalam pemerintahan. Hal itu menjadi salah satu nilai tambahnya, tetapi jejaring politiknya lemah.

Javid dikritik keras karena dianggap tidak mampu membendung arus imigran ke Inggris. Kalangan Partai Konservatif menuduhnya oportunis ketika dia memutuskan mencabut kewarganegaraan seorang perempuan Inggris yang menjadi pengikut ISIS, Shamima Begum.

Dari kabinet, Menteri Kesehatan Matt Hancock juga mulai disorot. Dia tidak terlibat dalam perdebatan soal Brexit, tetapi dianggap berprestasi di bidang kerjanya.

Hancock memerangi situs anti-vaksin, dan meminta media sosial aktif terlibat dalam kampanye melindungi muda-mudi dari memperlihatkan dan menyebarkan materi bunuh diri dan menyakiti diri sendiri. Menurut perkiraan, Hancock dianggap bisa menjadi pilihan bagi seluruh faksi di Partai Konservatif.

Nama Menteri Tenaga Kerja dan Urusan Pensiun, Amber Rudd, juga dipertimbangkan sebagai pengganti May. Dia adalah pendukung Brexit dengan kesepakatan, tetapi sayang pamornya masih belum sekuat calon lainnya.

[Gambas:Video CNN]

Nama-nama politikus lain yang masuk dalam radar pengganti May antara lain Michael Gove, David Davis, Liz Truss, Phillip Lee, Steve Baker, dan Jacob Rees-Mogg. (ayp/ayp)