Malaysia Tetap Tuntut Goldman Sachs Ganti Rugi Kasus 1MDB

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 15:58 WIB
Malaysia Tetap Tuntut Goldman Sachs Ganti Rugi Kasus 1MDB Ilustrasi logo Goldman Sachs. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tetap menuntut bank investasi asal Amerika Serikat, Goldman Sachs, membayar ganti rugi sebesar US$7,5 miliar (sekitar Rp108,8 triliun) terkait skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Mereka akan memanggil perwakilan lembaga itu di Hong Kong, China dan London, Inggris untuk menghadapi proses hukum di Negeri Jiran.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (29/3), Malaysia sudah mendaftarkan kasus melibatkan Goldman Sachs ke pengadilan tahun lalu. Kejaksaan Agung menyatakan mereka sudah menerbitkan surat panggilan kepada kantor cabang Goldman Sachs Hong Kong dan London.
Dalam sidang praperadilan yang digelar pada Senin lalu, perwakilan Goldman Sachs di Singapura hadir sebagai pihak pendengar.

"Surat panggilan kepada kantor cabang Goldman Sachs di Inggris dan Hong Kong diberikan supaya mereka hadir dalam sidang 24 Juni mendatang," kata jaksa penuntut umum Malaysia, Aaron Paul Chelliah.


Direktur Eksekutif Goldman Sachs, David Solomon sudah meminta maaf kepada Malaysia terkait skandal 1MDB. Namun, pemerintah Malaysia tetap tidak terima.
Malaysia menyatakan Goldman Sachs mengelabui para penanam modal dengan tidak membuat pernyataan yang benar, dan menerbitkan obligasi dengan nilai total mencapai US$6,5 miliar.

Malaysia sendiri kini sudah mendakwa empat pejabat Goldman Sachs, termasuk Tim Leissner dan Roger Ng, yang diduga menyalahgunakan dana sekitar US$2,7 miliar dari pengurusan obligasi 1MDB.

Kasus ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah pada 2015, Wall Street Journal melaporkan aliran dana sebesar US$700 juta dari 1MDB ke rekening pribadi mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.

Uang korupsi itu diyakini digunakan untuk membeli berbagai barang mewah mulai dari properti hingga kapal pesiar (yacht).
Satu orang tersangka, Low Taek Jho, masih buron dalam kasus itu. Pakar keuangan asal Malaysia itu menyatakan dari tempat persembunyiannya dia tidak bersalah tetapi enggan kembali ke Negeri Jiran. Dia menuding kasus sangat beraroma politis. (ayp/ayp)