Keluarga Korban Lion Air JT610 Ragukan Proses Investigasi AS

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 03:45 WIB
Keluarga Korban Lion Air JT610 Ragukan Proses Investigasi AS Unjuk rasa keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 45 keluarga korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh pada 29 Oktober lalu meragukan proses penyelidikan yang dilakukan di Amerika Serikat. Mereka menyatakan tidak yakin akan independensi penyelidik, karena Boeing sebagai pembuat dan Otoritas Penerbangan AS (FAA) ikut terlibat dalam investigasi.

"Setelah kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines, kini saatnya untuk menelaah kembali aturan untuk penyelidikan secara nasional dan internasional," kata advokat Monica Kelly dari firma hukum Ribbeck Law Chartered, dalam keterangan pers diterima CNNIndonesia.com, Jumat (29/3).
Menurut Monica, selama ini proses penyelidikan kecelakaan pesawat hanya melibatkan perusahaan pembuat dan pemerintah terkait. Sedangkan yang selama ini tidak pernah diberi tempat adalah ahli yang ditunjuk untuk mewakili keluarga korban.

Menurut Monica, akan terlihat tidak adil jika perusahaan pembuat pesawat menyelidiki produk buatan mereka. Dia khawatir hasilnya tidak terbuka.


Apalagi FAA saat ini juga dilibatkan dalam proses investigasi. Padahal, lembaga itu juga yang memberikan sertifikasi setiap perangkat dan kelaikan terbang sebuah pesawat yang dibuat di AS.
Data-data yang diperoleh dari kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret lalu disebut ada kemiripan dengan insiden Lion Air JT610 pada 29 Oktober 2018.

Banyak pihak mencurigai sistem anti-stall (MCAS) yang ditambahkan di 737 MAX 8. Perangkat itu secara otomatis memerintahkan hidung pesawat menurun ketika pesawat dianggap dalam situasi stall.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kasus Lion Air, pilot mengalami kesulitan mengendalikan pesawat ketika mengaktifkan mode autopilot. Perangkat MCAS terus menerus mengarahkan hidung pesawat menukik tak berapa lama usai lepas landas. (ayp/ayp)