Mahathir Calonkan Kader Oposisi Jadi Ketua Pengawas Parlemen

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 21:56 WIB
Mahathir Calonkan Kader Oposisi Jadi Ketua Pengawas Parlemen PM Mahathir Mohamad akan mengajukan mosi untuk mencalonkan seorang kader dari koalisi oposisi menjadi ketua komite pengawas parlemen Malaysia (PAC). (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Mahathir Mohamad akan mengajukan mosi untuk mencalonkan seorang kader dari koalisi oposisi, Barisan Nasional (BN), menjadi ketua komite pengawas parlemen Malaysia (PAC).

Keputusan ini diambil di tengah desakan dari kedua belah pihak dalam parlemen untuk mengganti ketua PAC yang kini dijabat oleh Ronald Kiandee, kader dari partai Mahathir, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM).
Namun, keinginan Mahathir untuk mencalonkan Kiandee sebagai penggantinya bertentangan dengan janji koalisi pengusungnya dalam pemilu lalu, Pakatan Harapan (PH), bahwa mereka tidak akan membiarkan PAC dipimpin oposisi.

PAC sendiri adalah komite yang mengawasi masalah finansial dalam parlemen. Formasi badan itu diperkuat oleh 12 orang, yaitu delapan dari PH, dua dari BN, serta masing-masing satu orang dari Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan Parti Pesaka Bumiputra Bersatu.


Sebelumnya, tiga anggota dewan perwakilan untuk kubu oposisi mengundurkan diri dari PAC, membuat penggantian Kiandee terus tertunda.
Selain kader kubu oposisi, anggota parlemen dari koalisi penguasa, Nurul Izzah, keluar dari PAC. Dalam wawancara dengan The Straits Times, putri pejuang reformasi Malaysia, Anwar Ibrahim, tersebut mengaku kecewa dengan kelambanan PH memenuhi janji kampanyenya.

Komentar Nurul ini menuai kritik pedas dari Menteri Keuangan Malaysia, Azmin Ali, yang juga di bawah naungan Parti Keadilan Rakyat (PKR), partai pimpinan Anwar.

"Negara ini membutuhkan orang yang mau bekerja dan siap bekerja keras, bukan bayi yang mudah menangis," kata Azmin melalui Twitter.

Membela putrinya, Anwar mengatakan bahwa Azmin harus tenang. Ia juga menekankan bahwa pernyataan Nurul tak merujuk langsung pada Mahathir, melainkan PH secara umum. (has/has)