Thailand Bebaskan 11 Nelayan Aceh yang Terobos Perairan

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 18:52 WIB
Thailand Bebaskan 11 Nelayan Aceh yang Terobos Perairan Ilustrasi nelayan. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 11 nelayan asal Aceh bebas setelah sempat ditangkap aparat Thailand karena menerobos wilayah saat sedang melaut.

Konsulat RI di Songkhla, Fachri Sulaeman, menyatakan belasan WNI itu ditangkap pada 5 April lalu beserta kapal yang mereka tumpangi, KM Harapan Baroe 01 (KMB01).

Penangkapan itu terjadi di sekitar 48 kilometer (30 mil laut) memasuki perairan Thailand.


"Selain karena memasuki perairan Thailand tanpa izin, penangkapan juga dilakukan karena perairan tersebut telah dinyatakan steril sementra waktu karena sedang digunakan untuk latihan militer oleh Angkatan Bersenjata Thailand," ucap Fachri melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (9/4).
Fachri menuturkan pihaknya segera memberikan perlindungan dan pendampingan kepada 11 nelayan tersebut. Dia memaparkan pihaknya terus mencoba meyakinkan aparat Thailand para nelayan tersebut tidak sengaja memasuki perairan Thailand, tetapi terdampar akibat kerusakan mesin dan minimnya peralatan navigasi.

"Saya sendiri atas perintah Menlu RI menemui Komandan Royal Thai Navy (RTN), Laksamana Muda Nataphon Phang Ngah, dan saya difasilitasi untuk melihat kondisi kapal dan awaknya," ucap Fachri.

Fachri mengatakan 11 WNI dalam kondisi sehat saat dibebaskan. Pembebasan secara resmi dilakukan langsung oleh Komandan RTN Malarat setelah KMHB 01 menjalani perbaikan mesin, pengisian bahan bakar, dan pengisian logistik untuk 3 hari pelayaran ke Aceh.
Konsulat RI, papar Fachri, juga ikut membelikan sejumlah bantuan logistik bagi KMHB 01. Kapal tersebut diperkirakan tiba di perairan Aceh pada 11 April mendatang. (rds/ayp)